Stake Holder Pendidikan Antusias Tunggu Kado Terakhir DPRD
By redaksi at 10 February, 2009, 6:07 pm
Sumbawa Besar, Gaung NTB
Inisiatif Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa memperjuangkan pengesahan raperda penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan sebelum masa jabatan periode 2004-2009 berakhir, mendapat acungan jempol dari stake holder pendidikan di daerah ini.
Mereka berharap pengesahan raperda itu menjadi kado istimewa kepada rakyat, tidak sebaliknya menjadi utang sejarah.
“Kami menyambut dengan suka cita inisiatif Komisi I melahirkan perda pendidikan sebelum masa jabatan dewan berakhir. Ini menunjukkan adanya perhatian besar dari dewan membangun pendidikan di daerah ini,†kata Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) setempat, Drs H Naziruddin MSi, Selasa (11/02).
Dia menerangkan, bila perda pendidikan gagal ditelurkan karena berbagai alasan, maka pemerintah daerah tidak dapat membantah dengan lugas, jika ada penilaian bahwa pemerintah daerah tidak serius mengurus pendidikan.
Nazir mengingatkan, sebagus apapun sebuah inisiatif tapi jika tidak diaktualisasikan dalam dokumen resmi, maka tidak akan banyak artinya. “Inisiatif tanpa realisasi hanya akan menggiring kita dalam diskusi dan wacana yang tidak berkesudahan,†tandasnya.
Pengelolaan pendidikan pada tataran praksis sambungnya, jelas tidak sekedar inisiatif, tetapi memerlukan pedoman, pegangan dan payung hukum yang pasti. “Untuk saat ini, “bola†raperda pendidikan sedang berada di DPRD. Tinggal bagaimana dewam memainkannya dengan bekerjasama dengan semua pihak untuk menggolkannya menjadi sebuah perda yang menjadi harapan bersama,†tandasnya.
Seperti diberitakan Selasa (09/02) lalu, Komisi I mengagendakan Raperda Penyelenggaran dan Pengelolaan Pendidikan masuk dalam pembahasan raperda yang diagendakan pada minggu II bulan Pebruari 2009 ini. Dorongan dari stake holder menjadi stimulus bagi komisi itu untuk menggolkan raperda yang penerapannya telah ditunggu oleh masyarakat, kata kata Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Suharto SH saat itu.
Namun dikesempatan yang sama Suharto mengaku pesimis raperda inisiatif dewan tersebut dapat disahkan mengingat sibuknya anggota dewan menjelang pemilu legislatif yang tinggal dua bulan ini.
Karenanya terhadap kendala itu, Suharto meminta rekannya menyusun strategi dengan mensinergikan kesibukan menghadapi pesta demokrasi tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Kesempatan ini mestinya dijadikan moment bagi wakil rakyat untuk memberi kado istimewa berupa perda pendidikan kepada rakyat,†tandasnya.
Sementara itu Dr Iwan Jazadi menambahkan, draf Raperda Pendidikan telah disempurnakan untuk disesuaikan dengan peraturan perundangan undangan yang ada sebelum draf raperda itu disusun. “Subtansi raperda sudah tidak ada masalah, hanya perlu sedikit penyesuaian,†jelas Iwan Jazadi.
berita lain
berita lain:
- DPRD Dompu Sepakati Raperda Desa dan Retribusi Dompu, Gaung NTB Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Dompu menyetujui...
- Raperda Inisiatif Tak Lalui Uji Publik, Dewan Kecewa Terhadap Eksekutif Taliwang, Gaung NTB DPRD KSB menyatakan kecewa atas sikap eksekutif...
- Raperda Inisiatif Tidak Diuji Publik, Dewan Kecewa Terhadap Eksekutif Taliwang, Gaung NTB DPRD KSB menyatakan kecewa atas sikap eksekutif...
- Mantapkan Draf Raperda Kesehatan dan Pendidikan, Komisi IV Belajar ke Surakarta Sumbawa Besar, Gaung NTB Untuk memperkaya wawasan dalam penyempurnaan Raperda...
- DPRD KSB Habiskan 10 M untuk Kunker Taliwang, Gaung NTB Sebanyak 25 anggota DPRD Sumbawa Barat dilaporkan...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Sorry, the comment form is closed at this time.









No comments yet.