Wabup Kritik Kontraktor Lokal, Bupati Singgung Korupsi dan Akuisisi

By redaksi at 13 August, 2009, 2:40 pm

Taliwang, Gaung NTB
Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, KH Zulkifli Muhadli–Mala Rahman, kemarin menyampaikan progress report Ke IV. Kegiatan sebagai penanda 4 tahun keduanya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati itu dihadiri oleh ribuan komponen masyarakat yang memadati halaman depan Graha Fitrah di Kemutar Telu Centre (KTC).
Wakil Bupati, Mala Rahman yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan progress report, menyampaikan berbagai persoalan terkait pengawasan yang menjadi tupoksinya. Orang nomor dua di KSB menyampaikan kritik tajam terhadap para kontraktor, khususnya kontraktor lokal terkait dengan management dan kualitas proyek yang dikerjakan.
Hasil inventarisasi yang dilakukan Pemda, mayoritas kontraktor lokal di KSB ternyata tidak memiliki managemen perusahaan yang baik, yang ada hanya direktur tanpa karyawan. Pun dari segi fasilitas pendukung yang dimiliki, juga sangat-sangat terbatas.
“Ketika kita kroscek, satu unit computer-pun tidak dimiliki. Kebanyak kontraktor lokal juga hanya bermodal ‘dengkul’, segera setelah mendapatkan proyek yang diharapkan adalah uang muka 5 persen,” tudingnya.
Akibat management dan permodalan yang amburadul itu, sambung Mala, kontraktor lokal biasanya menggunakan pekerja dengan tariff murah. Kondisi ini berpengaruh sangat signifikan terhadap kualitas proyek yang dihasilkan, yang sangat rendah.
“Karena tukangnya murah, hasilnyapun murahan sesuai dengan kualitas tukang yang mengerjakan,” tukasnya.
Ia juga menyinggung soal kualitas aparatur dalam pelaksanaan fungsi pengawasan yang diakui masih harus lebih ditingkatkan. Meski demikian, Mala menyatakan secara umum pembangunan infrastruktur di KSB sudah berlangsung baik. Fasilitas-fasilitas pelayanan publik yang dibangun sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada bagian lain mantan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) itu menyatakan selama 4 tahun memimpin dengan KH Zulkifli Muhadli dirinya sebagai wakil bupati telah berhasil menjaga keharmonisan dan tetap kompak dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.
“Saya sadar dengan jabatan sebagai seorang pendamping teta berusaha untuk menjaga etika dalam mengambil kebijakan tidak boleh melampaui kewenangan bupati. Alhamdulillah sampai 4 tahun kami bersama, kebersamaan itu tetap terjaga,” ujar Mala Rahman.
Ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat jika memang dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai wakil bupati tidak berjalan dengan baik.
Sementara itu Bupati KSB, KH Zulkifli Muhadli dalam pidato progress report yang disampaikannya menyinggung tentang berbagai persoalan yang menjadi isu hangat di public dalam beberapa waktu terakhir. KH Zul bersumpah menyatakan bahwa dirinya tidak pernah ‘memakan’ uang rakyat (korupsi) satu senpun sebagaimana yang dituduhkan sebagian komponen masyarakat.
Ia juga menyesalkan sikap komponen-komponen yang melontarkan tuduhan korupsi itu yang dikatakannya menyebar fitnah, karena ketika diundang untuk membedah tuduhan yang dilontarkan tidak satupun yang hadir.
“Saya dan keluarga sangat terpukul atas fitnah itu. Seandainya mereka hadir saat saya undang dan bisa membuktikan saya benar korupsi satu sen pun, pada detik itu juga saya akan mundur sebagai bupati,” tegasnya.
Persoalan lain yang dijelaskan bupati adalah masalah proses akuisisi saham PT NNT dimana KSB bersama Sumbawa dan Pemprov NTB telah membentuk konsorsium PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang bermitra dengan Multicapital membentuk PT Multi Daerah Bersaing (MDB). MDB saat ini sedang dalam proses perundingan dengan management PTNNT di Jakarta terkait dengan perampungan proses akuisisi 10 persen saham yang dilepas pada 2006-2007.
“Insya Allah, proses akuisisi 10 persen saham itu sudah rampung sebelum 17 agustus dan selanjutnya pada akhir September kita sudah merampungkan akuisisi 14 persen saham tahun 2008-2009. Tahun 2010 kita akan berupaya mengakuisisi sisa saham yang dilepas NNT sehingga porsi kepemilikan saham, berubah menjadi 51 persen pemerintah dan 49 persen NNT,” bebernya.
Terkait dengan terbitnya UU No 4 tahun 2009 tentang Mineral Batu Bara, dimana kewenangan pertambangan dialihkan ke daerah, bupati menyatakan dirinya memberlakukan syarat berat bagi investor bidang pertambangan yang berniat untuk berinvestasi di KSB. Salah satunya PT Indotan yang kini sedang melaksanakan penyelidikan umum. Ia menyatakan telah meminta saham golden share (gratis) sebesar 10 persen, 2,3 persen dari net profit dan 75 persen karyawan dari lokal KSB jika perusahaan itu ingin melanjutkan investasinya.
“Kalau Indotan menolak, apa boleh buat. Masih banyak perusahaan lain yang bersedia memenuhi syarat yang kita ajukan dan sedang antri dibelakang Indotan,” timpalnya.
Bupati peraih Best Asian Executiv Award Tahun 2007 itu juga menyinggung tentang berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan selama 4 tahun memimpin KSB, antara lain pendidikan dan kesehatan gratis, pembangunan berbasis RT, 7 unit mega proyek yang dibiayai melalui Perda 34, 10 pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, serta berbagai prestasi yang berhasil diraih. Sama halnya dengan wakil bupati, bupati juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas berbagai kekurangan yang tidak bisa dan masih belum bisa dicapai dalam rangka pelayanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

berita lain

  • No Related Post
Categories : SUMBAWA BARAT

Comments
Deni 13/08/2009

poitik bonong bupati dan wabup sekarang…menjelang akhir pemerintahannya baru membeberkan masalahnya untuk mencari simpatisan buat pilakada 2010..padahal keduanya busuk sekali….sadarlah dengan tindakan kalian telah menyengsarakan ribuan kepala KSB…dan masyarakat KSB sadarlah…jangan mau pilih mereka lagi karena mental koruptor bupati sekarang…

Deni 14/08/2009

politik bonong saja orang nomor satu dan dua di KSB saat ini…menjelang pilkada 2010 untuk menarik simpati rakyat KSB…padahal kalian busuk semua…mental koruptor…kalau anda memimpin lagi hancurlah KSB…

han 14/08/2009

dalam sebuah organisasi ataupun pemerintahan memang sangat dibutuhkan seorang pengkritik yang sifatnya membangun. namun diharapkan juga kritikan tersebut dibarengi dengan solusi terhadap apa yang dikritik. terhadap kritikan yang disampaikan hendaknya dibarengi juga dengan sikap tanggung jawab moral, misalnya duduk bersama berdialog dengan orang yang dikritik dan orang yang mengkritik sehingga dapat terwujud hasil/feedback terhadap apa yang sebenarnya diharapkan. seorang pengkritik juga harus dapat membuktikan secara benar, tepat, akurat, kuat, dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap apa yang akan dikritik karena apapun yang kita sampaikan langsung berhubungan dengan Tuhan Y.M.E. dan berhubungan dengan manusia atau orang yang dikritik (Hablumminallah dan Hablumminannas).

matanorawi 21/08/2009

asrama mahasiswa Sumbawa-Malang rusak parah. dana bantuan yang setiap tahun di anggarkan 10-14jt raib di telan bumi. Pihak Pemda tidak berani berbuat apa-apa, karena dana bantuan di berikan kepada anak Bpk JM yang kuliah di Malang. Bagaimana Sumbawa bisa maju…? Bupati bagi-bagi uang rakyat ke anaknya sendiri. Bikin malu… Orang Samawa di pemerintahan mana nyali mu…..? HUKUM berlaku sama bagi tiap warga negara, termasuk anak bupati lho….

iemseti@"048 23/08/2009

Soudrakoe semua,kalou kita mau merubah pola fikir pNdang nasib kita,dan nasib generasi di depan dan belakang kita,mari kita awali semua ini dari diri kita dulu mas..? kita nga boleh gegabah N ceroboh dalam mengambil sebuah keputasan,kalou kita mau merubah semua persoalan yang ada di depan mata dari kelakuan mereka yang belum menyadari “TAudiRi”mereka meyalahi aturan dan mengambil hak kewenangan wong cilik ( people smale ) mereka akan dijerat sangsi buat diri mereka sendiri inilah booMerang “bom waktu” buat pelaku itu sendiri.kalou memang Niat baik serta etikat baik mereka tidak jelas dan tidak ditransparansikan maka kita akan terus goNtok2an. kita bukannya tidak mau begini.? tetapi ada cara, mekanisme nya yang bagaimana….? yang santun dan adap doonng…? jadi nga lepas dari proforsional dan profesional,sehingga nanti akan muncul bebet bobot dan kwalitas manusia yang propesionalism yang konsitant berdaya guna serta berkesinambungan….jadi konsekwensinya emosional kita jangan terlalu di dahulukan,.? jadi proses keceredasan emosional perlu dan sangat di butuhkan.santun lunak dan flexsible. tidak kaku gito loww..? tentunya nya kita akan mengacu pada sisi pandang kita yang berbeda ini “Pradigmatis” karena tergantung cara kita menyikapinya.kalou kita melihat dari kaca mata negative ia syah2saja,tapi kalou dari sisi positive lebih meyakinkan kita untuk Aman yakin akurat dan terpecaya karena tidak ada prasangka yang buruk yang dikedepankan adalah jalan keluar yang terbaik ( sOlutiOn of the best ) maka akan lahirlah kesepakatan yang baik …iem

iemseti@"048 23/08/2009

soudrakoe semua,kalou kita mau menentukan nasib kita,dan nasib generasi di depan dan belakang kita,mari kita awali semua ini dari diri kita dulu mas..? kita nga boleh gegabah N ceroboh dalam mengambil sebuah keputasan,kalou kita mau merubah semua persoalan yang ada di depan mata dari kelakuan mereka yang belum menyadari “TAudiRi”mereka meyalahi aturan dan mengambil hak kewenangan wong cilik ( people small ) mereka akan di jerat sangsi buat diri mereka sendiri inilah booMerang bom waktu buat pelaku itu sendiri.kalou memang Niat baik serta etikat baik mereka tidak jelas dan tidak ditransparansikan maka kita akan terus goNtok2an.k kita bukannya tidak mau begini.? tetapi ada cara..! mekanisme nya bagaimana….? yang santun dan adap doonng…? jadi nga lepas dari proforsional dan profesional,sehingga nanti akan muncul bebet bobot dan kwalitas manusia yang propesoinalisme yang konsitant berdaya guna serta berkesinambungan….iem”ovank-09

Sorry, the comment form is closed at this time.