Belum Ada Tersangka Kasus Pembobolan ATM Mataram
By redaksi at 5 February, 2010, 1:48 pm
Mataram, Gaung NTB
Aparat Kepolisian Resort (Polres) Mataram belum menemukan tersangka pada tiga kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, BRI dan BNI yang menelan kerugian hampir Rp100 juta.
“Kami masih dalami kasusnya, belum ada yang dijadikan tersangka dan cukup rumit kasus itu,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mataram AKP Andi Dady Nurcahyo, SIK, kepada wartawan di Mataram, Jumat.
penyidik Polres Mataram pada akhir Januari lalu menangani tiga kasus pembobolan ATM yang terjadi di bulan November 2009 dan Januari 2010, namun baru dilaporkan akhir Januari ketika kasus pembobolan ATM di Bali menjadi topik utama media massa nasional.
Dua dari tiga kasus pembobolan ATM itu motifnya sama yakni aksi penipuan, sementara satu kasus lainnya berupa kehilangan uang tabungan saat ATM hilang.
Kasus pembobolan ATM dengan modus penipuan itu dialami Sadri, pengusaha asal Sumbawa, NTB pada 27 November 2009, ketika dia menggunakan mesin ATM Bank Mandiri yang terletak di Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mataram.
Kartu ATM Bank Mandiri miliknya tertelan dalam mesin ATM itu ketika hendak melakukan transaksi. Hal serupa juga terjadi ketika dia memasukkan kartu ATM BRI.
Sadri kemudian menelepon “costumer service” (SC) sesuai nomor telepon yang tertera di mesin ATM itu hingga terjadi dialog dan dalam kondisi panik dia pun memberi tahu nomor PIN dan dijanjikan masalah itu akan terselesaikan keesokan harinya.
Ternyata uangnya sebesar Rp52 juta dalam tabungan raib dan baru mengetahui kalau dirinya ditipu pada keesokan harinya.
Hal serupa dialami Anton, anggota TNI Angkatan Laut berpangkat kapten pada pertengahan Januari lalu, ketika menggunakan ATM Bank Mandiri di lokasi ATM yang sama dengan kasus Sadri yakni Jalan Majapahit Nomor 1, depan Kantor Pelni Mataram.
Anton mengalami kerugian Rp44 juta dalam aksi pembobolan ATM itu dan segera melaporkan peristiwa yang menimpanya itu kepada aparat kepolisian keseesokan harinya.
Sementara kasus pembobolan ATM lainnya dialami Rini, warga Mataram, 21 Januari lalu, dan melaporkan peristiwa itu di Polres Mataram keesokan harinya.
Rini mengaku kehilangan kartu ATM BNI dan beberapa saat kemudian mendapat pemberitahuan melalui SMS Banking Mobile bahwa uangnya dalam tabungan BNI itu telah berkurang sebesar Rp10 juta.
Rini panik dan menghubungi ‘costumer service’ BNI hingga dia mendapat pemberitahuan lagi via SMS “banking mobile” bahwa uangnya Rp5 juta dari Rp10 juta yang hilang itu telah kembali.
Menurut AKP Andi pihaknya terus berupaya mengumpulkan keterangan dan data pendukung sebanyak-banyak agar dapat memperjelas arah penyidikan kasus pembobolan ATM itu.
“Kalau dua kasus pembolan ATM yang dialami Sadri dan Anton lebih rumit karena transaksinya lintas bank, berbeda dengan kasusnya Rini yang relatif mudah karena transaksinya hanya di BNI,” ujar Andi.
berita lain
berita lain:
- Zainuddin Resmi Jadi Tersangka Kasus Penipuan Taliwang, Gaung NTB Meski belum tertangkap, proses penyidikan polisi menetapkan...
- Tahun 2011, Kasus Narkoba Alami Peningkatan Taliwang, Gaung NTB Kasus tindak pidana narkotika yang terjadi di...
- Kapolres KSB : Penanganan Kasus Arisan Berantai Tetap Berlanjut Taliwang, Gaung NTB Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Muhammad Suryo Saputra...
- Kasus Kriminal di KSB Menurun Taliwang, Gaung NTB Angka kasus kriminal di wilayah hukum Polres...
- Dikes Dompu Tangani Ratusan Kasus Dompu, Gaung NTB–Dinas Kesehatan Dompu telah menangani ratusan berbagai kasus,...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Sorry, the comment form is closed at this time.









No comments yet.