KH Zul : Persoalan Ijazah Sudah Tuntas Tahun 2005
By redaksi at 8 February, 2010, 2:24 pm
Taliwang, Gaung NTB
Bukan hanya tim kampanye yang membantah ijazah Sekolah Rakyat Negeri (SRN) milik Kyai Zul bermasalah. Bakal calon bupati KH Zulkifli Muhadli, juga membantah isi selebaran yang beredar tentang keabsahan ijazah yang dimilikinya.
Dalam jumpa pers usai pengukuhan tim kampanye kecamatan Seteluk dan Poto Tano kemarin, KH Zul menyatakan ijazah SRN yang dilampirkan dalam berkas administrasi pencalonannya sebagai bakal calon bupati adalah ijazah asli yang terbit pada tahun 1968. Selesai ujian saat itu, Dinas pendikan menerbitkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SRN, tetapi pada tahun yang sama pula nomenklatur SRN diganti dengan SD. Dinas pendidikan kemudian mengirimkan blanko ijazah ke sekolah-sekolah yang sudah tertulis SD bukan SRN. Karena itu ia mengakui sebenarnya ia memiliki dua ijazah setingkat SD yakni ijazah SRN dan Ijazah SD. Kedua ijazah yang dimilikinya itu sama-sama hilang. Karena itu pada Pilkada 2005 ia hanya melampirkan surat keterangan pengganti ijazah dari sekolah dan Diknas. “Pada tahun 2010, ijazah SRN ketemu, itu yang kemudian dilampirkan dalam berkas pencalonan ke KPU,” katanya.
KH Zul menyatakan sebenarnya persoalan ijazah tersebut merupakan persoalan lama yang diungkit kembali. Pasca Pilkada 2005 masalah ini menurutnya juga sempat dibawa ke proses hukum lewat gugatan di PTUN. Tetapi PTUN saat itu memenangkan dirinya.
“Sebenarnya ini persoalan lama dan kasusnya sudah selesai pada 2005. sekarang muncul lagi karena ada keraguan tentang SRN dan SD,” terangnya.
Ditanya soal perbedaan tanggal dan tahun kelahiran dalam ijazah SRN dengan data-data pada berkas lainnya sebagaimana hasil verifikasi berkas administrasi pencalonan yang dilakukan KPU KSB, KH Zul mengakui perbedaan tersebut. Namun ia menyatakan perbedaan itu bukan hanya terjadi di ijazah SRN, tetapi pada semua ijazah yang dimilikinya, bahkan sampai ijazah doktoral yang diraihnya pada November 2009. Berbedaan data itu menurut dia terjadi karena kesalahan saat ditulis.
“Kesalahannya pada saat penulisan dan sudah ada surat keterangan yang menguatkan bahwa kesalahan penulisan itu memang benar terjadi,” tandasnya.
Bantahan tentang keabsahan ijazah SRN itu juga sempat dilontarkan ketua Tim Kampanye paket Z-M, Drs M Thamzil. Dalam orasi politiknya dihadapan ribuan massa yang hadir dalam acara pengukuhan tim kampanye kecamatan Seteluk dan Poto Tano kemarin, Thamzil menyatakan masalah ijazah tersebut merupakan persoalan klasik yang sengaja diungkit-ungkit kembali oleh lawan politik. Ia menegaskan jika memang benar ijazah tersebut bermasalah, tidak mungkin KH Zul bisa masuk dalam bursa pencalonan bupati pada 2005 dan menjabat sebagai bupati sampai sekarang.
“Selain itu tidak mungkin Pak Kyai bisa meraih gelar Doktor kalau ijazah itu bermasalah. Itu isu tidak bertanggungjawab. Saya minta seluruh masyarakat tidak terpengaruh. Tidak ada alasan pak Kyai tidak lolos (sebagai calon bupati),” tegasnya.
berita lain
berita lain:
- Kyai Zul Tanggapi Santai Masalah Ijazah Taliwang, Gaung NTB KH Zulkifli Muhadli (Kyai Zul) menanggapi santai...
- BKN Minta Itkab Selidiki Ijazah 7 CPNS KSB Taliwang, Gaung NTB Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta Inspektorat Kabupaten...
- MA Tolak Kasasi Kasus Ijazah Kyai Zul Taliwang, Gaung NTB Mahkamah Agung (MA) akhirnya menolak permohonan kasasi...
- Penyesuaian PNS Ijazah S2 Tersandung BKN Regional Denpasar Taliwang, Gaung NTB Pendidikan S2 untuk pendidikan Magister Manajemen, Magister...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Sorry, the comment form is closed at this time.









No comments yet.