Terlibat Perkelahian di Café, Kades Pasir Putih Dilapor ke Polisi

By redaksi at 1 February, 2010, 5:23 pm

Taliwang, Gaung NTB
Kepala Desa (Kades) Pasir Putih Kecamatan Maluk, Suhardi, terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, ia diduga telah melakukan penganiayaan terhadap salah seorang anggota polisi di salah satu tempat hiburan malam (café) di kawasan pantai wisata Maluk, Senin dini hari kemarin.
Kasat Reskrim Polres KSB AKP Gunarko SIk kepada sejumlah wartawan kemarin menjelaskan, kronologis awal dugaan penganiayaan itu terjadi saat Briptu Agung (inisial) oknum anggota Polisi yang belakangan diketahui sebagai anggota Polsek Taliwang, merayakan ulang tahun rekannya bernama Made (karyawan PTNNT) di café Blue Bay di kawasan Pantai Maluk.
Saat asyik menikmati suasana, Suhardi yang juga kepala desa setempat muncul di café tersebut. Saat itulah terjadi cekcok antara dirinya dengan Made. Percekcokan berlanjut menjadi perkelahian. Suhardi sempat melayangkan pukulan yang mengenai bagian wajah Made. “Agung berniat melerai perkelahian itu, tetapi Suhardi malah melemparnya dengan kursi yang mengenai bagian dahi kanan dan menyebabkan luka memar,” jelas Gunarko.
Meski telah mengamankan Suhardi, Gunarko mengatakan, belum menetapkannya sebagai tersangka.
Menurut dia, masih perlu penyelidikan lebih lanjut dengan memangil sejumlah saksi yang melihat langsung kejadian malam itu. Untuk sementara penyidik menetapkan kasus tersebut sebagai kasus penganiayaan dengan dasar alat bukti dan keterangan saksi korban yang mengarah ke tindak pidana tersebut.
“Kami sudah memeriksa tiga orang waitres café serta Suhardi dan saksi korban. Sementara Made belum kita mintai keterangan karena sedang bekerja. Dia akan kami panggil segera,” timpal Gunarko.
Sementara Suhardi yang ditemui terpisah, memiliki pengakuan yang berbeda. Ia menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi bersangkutan. Bahkan ia menyatakan tidak pernah melempar kursi kepada seseorang yang melerai perkelahiannya dengan Made malam itu.
“Saya tidak pernah melempar kursi yang ada saya memperbaiki kursi yang jatuh sesaat setelah perkelahian itu. Saya juga tidak tahu menahu kalau disitu ada anggota polisi,” akunya.
Ia juga memastikan bahwa, memar yang diderita Briptu Agung bukan akibat perkelahian, sebab ia telah mendengar kesaksian Briptu Agung secara langsung. “Dia mengatakan bahwa ia tidak merasa terkena kursi pada malam itu. Nah bagaimana mungkin kemudian saya yang melakukan?,” cetusnya.

Categories : SUMBAWA BARAT

Comments
meong 06/02/2010

di tindak seadil adilnya pak polisi.yang salah tetaplah salah,yang benar tetaplah benar,,.tegakkan hukum di negara ini ……

Sorry, the comment form is closed at this time.