DBD Renggut 4 Nyawa, Dompu Ditetapkan KLB
By redaksi at 18 March, 2010, 7:57 am
Dompu, Gaung NTB
Kabupaten Dompu menetapkan Keadaan Luar Biasa (KLB) terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), karena dalam 3 bulan terakhir ini DPB telah merenggut 4 nyawa masyarakat setempat, mereka adalah Mawarni (7) warga Dusun Sipo Bara, Wahyuda (6) warga Montabaru Kecamatan Woja, Dilan Febrian (5) warga Lepadi Kecamatan Dompu dan Putri Nurfadilah (12) warga Jala Kecamatan Pajo, serta 35 orang lainya masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu.
Kejadian DBD ini mendapat tanggapan serius dari DPRD Dompu dan untuk mengatasi wabah DBD dewan telah membentuk Tim khusus untuk memantau sejauh mana Pemkab Dompu dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu menangani kasus KLB DBD tersebut.
Sejumlah anggota DRPD Kabupaten Dompu yang dimpimpin Ketua Komisi III Ahmad MK M Hum, mendatangi Dikes untuk menanyakan sudah sejauh mana penanganan wabah DBD tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Dompu Sai’un SH kepada Gaung NTB Selasa (9/3) kemarin, mengungkapkan kasus DBD tersebut telah mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 35 orang lainnya sedang dirawat di RSUD Dompu.
Dan kasus tersebut katanya menimpa di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Dompu, Woja dan Pajo. Dan dengan kejadian itu, Dompu resmi ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Kasus DBD itu telah kami tetapkan sebagai KLB, karena sudah 4 orang meninggal dan 35 orang lainya masih dirawat,” jelasnya.
Sementara upaya untuk mengantisipasi kasus DBD, pihak Dikes akan malakukan Fogging di 3 Kecamatan yang berkasus, disamping itu pihaknya tetap mengerahkan tenaga medis untuk melakukan operasional disetiap desa maupun kelurahan. Untuk fogging menurut pengakuan Sai,un, masih menemui kendala pasalnya pihak Dikes tidak memiliki dana yang cukup karena anggaranya yang terbatas.
Menurut Sai’un kasus DBD itu timbul karena lingkungan yang kotor serta masyarakat belum mengerti pola hidup sehat dan bersih.
Untuk itu kepada masyarakat Sai’un berharap agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola 3M (Membersihkan, Munguras dan Menguburkan) dan penangananya harus dilakukan secara masal, “Saya harapkan pada masyarakat agar selalu hidup sehat dan bersih atau menerapkan pola 3M, dengan menguburkan kaleng-kaleng, batok kelapa serta lainya yang dapat menjadi pemicu berkembangnya nyamuk pemicu DBD,” demikian Sai’un.
berita lain
Sorry, the comment form is closed at this time.








No comments yet.