Paket MUDA Pendaftar Pertama Pilkada Sumbawa
By redaksi at 8 March, 2010, 12:51 pm
Sumbawa Besar, Gaung NTB
Paket MUDA (Mustami H Hamzah BSc SH dan Ny Dharmawaty Madilaoe SH) menjadi pasangan pertama yang mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumbawa periode 2010-2015.
Diiringi puluhan pengurus partai, tim sukses dan simpatisannya, pasangan ini tiba di KPU pukul 10.15 Wita pada Minggu (07/03) kemarin yang merupakan hari pertama pendaftaran peserta pilkada. Sebelumnya, pasangan ini konvoi keliling kota.
Paket Muda didukung oleh PDI Perjuangan dan Gerindra. Kedua partai ini memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Sumbawa–5 kursi dari PDIP dan sisanya dari Gerindra.
Seperti dikatakan Ketua KPU, Suhardi Sood SE dalam sambutan penerimaannya, dukungan 6 kursi telah memenuhi syarat bagi Paket MUDA untuk mendaftar pilkada. Dalam UU UU 22 tahun 2007 tentang penyelenggaran pilkada, syarat minimal pendaftaran memiliki dukungan 15 persen dari partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten/Kota, atau 15 persen perolehan akumulasi suara hasil pemilu legislative.
Meski demikian lanjut Suhardi, Paket MUDA belum bisa ditetapkan sebagai calon, karena berkas pendaftarannya akan diverifikasi yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 21 Maret 2010.
Suhardi mengakui Paket Muda merupakan pasangan pertama yang mendaftar. KPU sendiri membuka pendaftaran dari tanggal 7 hingga 13 Maret.
Diisukan Bubar
Pada kesempatan itu, Mustami menegaskan pihaknya sengaja menjadi pendaftar pertama untuk membuktikan kalau Paket MUDA serius memenangi pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Selain itu menepis isu yang menyebut kalau Paket MUDA bakal bubar setelah pencalonan pasangannya tidak mendapat restu dari suaminya. “Suami tercinta dari Ibu Dharmawaty hadir disini. Ini membuktikan isu yang beredar dalam lima belas hari terakhir ini tidak benar sama sekali,” tegas Mustami.
Untuk memenangi pilkada yang dihelat 7 Juni mendatang, Mustami mengaku telah memiliki program unggulan, yakni program pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis, serta pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan.
Didampingi Ketua Tim Suksesnya, Gunawan Modjo SPt, Mustami menegaskan, untuk memenuhi janjinya kelak bukanlah hal yang berat, sebab beban pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut sudah ditanggung sebagian oleh pemerintah pusat dan provinsi. “Daerah tinggal menambahkannya saja. Untuk pendidikan gratis dari SD sampai SMA, kita tinggal menambah dari APBD sebesar Rp 1,8 miliar. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan gratis sebesar Rp 2,5 miliar,” papar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa yang dijuluki Doktor Anggaran ini.
Sementara program ekonomi berbasis kerakyatan katanya, dapat dipenuhi dengan melakukan efisiensi anggaran, misalnya menekan alokasi dana untuk pemeliharaan kendaraan dinas, pengadaan ATK dan kunjungan dinas keluar kota. “Petani dan masyarakat kecil akan sangat diuntungkan oleh efsiensi anggaran ini. Akan banyak embung dan jalan desa yang bisa kita bangun, termasuk memberi subsidi pupuk kepada petani.”
“Kebutuhan pupuk kita hanya 20 ribu ton. Kalau kita beri subsidi Rp 20 ribu per sak, kita perlu keluarkan uang Rp 4 miliar. APBD kita sebesar Rp 650 miliar cukup banyak merealisasi program ini,” tandas Mustami.
Sementara itu, Gunawan Modjo menambahkan, Paket MUDA merupakan pasangan yang konplit—paduan sosok yang amanah, memiliki kepedulian yang tinggi dan piawai dalam manajerial.
“Pak Mustami sudah tiga kali menjabat di legislatif, terakhir beliau menjabat sebagai wakil Ketua DPRD yang kerap kali memperjuangkan hak-hak petani dan masyarakat kecil. Begitu juga Ibu Dharmawaty yang berprofesi sebagai notaries yang sudah pasti memahami betul seluk beluk birokrasi,” jelasnya.
Ny Dharmawaty yang dimintai komentarnya mengaku menerima pinangan Mustami karena sosok pemberani. “Seorang pemimpin itu harus berani,” katanya lugas.
Ny Dharmawaty merupakan putrid ke enam dari mantan Bupati Sumbawa Drs H Madilaoe ADT. Setelah tamat di Fakultah hukum Universitas Mataram, istri dari Dani Sunan Satya Pandelaki—seorang karyawan PT PLN ini melanjutkan pendidikannya di Notariat FH Universitas Airlangga, Surabaya. Semenjak tahun 1999, ibu dari tiga anak ini berprofesi sebagai notaris dan PPAT di Pare-Pare Sulawesi Selatan.
berita lain
berita lain:
- 152 Muda Praja IPDN NTB, Lakukan PL Di KSB Taliwang, Gaung NTB Sebanyak 152 siswa–muda praja IPDN Kampus NTB...
- Pendukung AMAN Desak KPU Batalkan Pemenang Pilkada Taliwang, Gaung NTB Terbitnya putusan MA yang menolak permohonan kasasi...
- Tim AMAN Kembali Desak Pemenang Pilkada Dibatalkan Taliwang, Gaung NTB Tim pemenangan pasangan H Andi Azizi Amin...
- 2.500 Paket Sembako Habis Terjual Taliwang, Gaung NTB Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilaksanakan oleh...
- Hotel Bintang Tiga Pertama di Pulau Sumbawa Diresmikan Taliwang, Gaung NTB Satu-satunya hotel berbintang tiga di Pulau Sumbawa,...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Sorry, the comment form is closed at this time.









No comments yet.