Pemuda Tuna Rungu asal Sumbawa Terlantar di Palu
By redaksi at 7 March, 2010, 5:21 pm
Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang tuna rungu wicara (grahita) yang diidentifikasi berasal dari Sumbawa, ditemukan terlantar di Pelabuhan Pantoloan—Palu Sulawesi Tengah.
Pemuda yang diketahui bernama Ahmad (25) ini tampak bingung sehingga pihak kepolisian setempat mengamankan dan telah menyerahkannya kepada Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) Nipotowe melalui Dinas Sosial Kota Palu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Drs H Masarang Syam yang ditemui Gaung NTB, mengaku mendapat informasi mengenai hal itu langsung dari Dinas Sosial Kota Palu yang meminta pihaknya untuk mencari keberadaan keluarga Ahmad di Sumbawa.
Sebelumnya, ungkap Masarang, pemuda yang menderita cacat tetap (bisu dan tuli) ini hendak menuju Jambi. Namun entah mengapa dia diturunkan di Pelabuhan Pantoloan—Palu Sulawesi Tengah. “Untuk sementara ini pemuda yang bernama Ahmad masih ditampung di Panti Sosial Bina Grahita Kota Palu,” kata Masarang.
Untuk mencari keberadaan keluarga Ahmad di Sumbawa, Dinas Sosial telah menghubungi beberapa SLB berharap pemuda itu alumni sekolah luar biasa tersebut. Namun tidak satupun staf pengajar yang mengenalinya ketika pihak Dinas Sosial memperlihatkan foto Ahmad. “Sampai saat ini kami masih berusaha,” ujar Masarang.
Untuk diketahui, Ahmad memiliki cirri-ciri fisik dengan tinggi badan 160 centimeter, berat 53 kilogram, berambut pendek ikal, kulit sawo matang dan bentuk muka oval.
Bagi siapa saja yang mengenali Ahmad dan mengetahui keberadaan keluarganya, Masarang berharap dapat menghubungi Dinas Sosial Sumbawa setiap hari kerja atau melalui contact telepon (0371) 21219.
Di bagian lain Kadis Sosial, Drs H Masarang Syam menyatakan bahwa penanganan penyandang cacat di dinasnya ditangani oleh bidang pembinaan dan rehabilitasi kesejahteraan social.
Setiap tahun Dinas Sosial melakukan pendataan dan seleksi bagi penyandang cacat berat guna diusulkan ke Departemen Sosial untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). “BLT yang diperoleh sebesar 300 ribu per bulan selama setahun,” sebutnya.
Untuk Tahun 2009 lalu, pihaknya telah mengusulkan sekitar 250 orang penyandang cacat berat. Namun Depsos pusat hanya memberi jatah sebanyak 17 orang dan telah direalisasikan.
Sedangkan untuk Tahun 2010 telah diusulkan kembali dan pusat memberi jatah tambahan sebanyak 30 orang sehingga totalnya mencapai 47 orang. “Mereka terakomodir dri beberapa kecamatan di antaranya Labuan Badas, Sumbawa, Moyo Hilir, Lape, Lopok dan Lenangguar,” timpal Drs Ahmad—Kepala Bidang Pembinaan dan Rehabilitasi Kesos.
Dana BLT bagi penyandang cacat berat ini diberikan tambah Ahmad, untuk memenuhi kebutuhan social dasar seperti kesehatan, pangan dan lainnya.
Ia berharap pada tahun mendatang akan ada tambahan jatah yang dialokasikan pusat, sehingga semua penyandang cacat berat ini mendapatkan BLT.
Bagaimana yang cacat namun tidak terkategori berat ? menurut Ahmad, juga akan diberikan bantuan sarana seperti alat pendengar dan kursi roda, di samping bantuan dana usaha ekonomi produktif.
berita lain
berita lain:
- Dikpora Siap Kirim Duta Pertukaran Pemuda Antar Provinsi Taliwang, Gaung NTB Agenda tahunan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang...
- Satukan Sikap Sambut Hari Sumpah Pemuda Dompu, Gaung NTB Wakil Ketua Peningkatan Sumber Daya Manusia Komite...
- Muharrar Ikbal Ketua Pemuda Muhammadiyah NTB Terpilih Taliwang, Gaung NTB Kegiatan Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah ke-16 selama...
- Muharrar Ikbal Ketua Pemuda Muhammadiyah NTB Terpilih Taliwang, Gaung NTB Kegiatan Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah ke-16 selama...
- PJTKI Ingkar, Belasan CTKW Terlantar di Jakarta Taliwang, Gaung NTB Dua orang calon tenaga kerja wanita (CTKW)...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Sorry, the comment form is closed at this time.









No comments yet.