Sebagian Besar Lahan Bintang Bano Masuk Kawasan Hutan Produksi
By redaksi at 8 March, 2010, 12:47 pm
Taliwang, Gaung NTB
Sebagian besar lahan yang akan menjadi lokasi mega proyek Bendungan Bintang Bano (BBB) di Kecamatan Brang Rea, masuk dalam kawasan hutan produksi.
Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) KSB, Ir Muslimin kepada Gaung NTB pekan lalu mengatakan lahan tersebut meliputi keseluruhan areal genangan sampai saluran irigasi bendungan yang akan menelan anggaran Rp 400 miliar lebih itu. “Yang tidak masuk dalam kawasan hutan produksi hanya lahan untuk sebagian kecil saluran dan akses jalan,” jelas Muslimin.
Karena status tersebut, Muslimin menegaskan, Pemda KSB harus mengajukan permohonan ijin pinjam pakai lahan ke menteri kehutanan. Untuk pengurusan ijin pinjam pakai itu, Pemda harus melengkapi sejumlah persyaratan, mulai dari foto citra satelit, rekomendasi dari bupati hingga rekomendasi gubernur. “Yang memakan waktu paling lama adalah pembuatan citra satelit. Tetapi foto citra satelit itu sudah rampung,” timpalnya. Persyaratan lain yang dibutuhkan untuk ijin pinjam pakai lahan tersebut adalah rekomendasi Gubernur yang sekarang masih ditunggu. Menurut Muslimin, dirinya bersama kepala Dinas PU dalam pekan ini akan bertolak ke Mataram untuk menjemput rekomendasi gubernur, kemudian ke Jakarta dibawa ke Menteri Kehutanan.
Ia menyatakan, proses terbitnya ijin pinjam pakai lahan tidak akan membutuhkan waktu lama, asalkan seluruh persyaratan tekhnis dan administrasi telah dipenuhi. “Pemda juga tidak dikenakan kewajiban untuk menyiapkan lahan kompensasi atas penggunaan lahan karena sifatnya untuk kepentingan umum,” tandas Muslimin.
Selain persyaratan tekhnis untuk ijin pinjam pakai lahan, mega proyek Bendungan Bintang Bano juga sudah ditender pada akhir 2009 lalu yang dimenangkan oleh PT Brantas dan telah memiliki detail engenering design (DED). Jika sudah terealisasi kelak, mega proyek itu tidak hanya akan mengairi 5000 hektar lahan mulai dari Brang Rea, Brang Ene, Taliwang hingga Seteluk dan Poto Tano, tetapi juga akan menjadi penyuplai kebutuhan air bersih dan akan dibangun pembangkit listrik tenaga air.
berita lain
Sorry, the comment form is closed at this time.








No comments yet.