Terserang Penyakit SE, 7 Ekor Sapi Mati Mendadak
By redaksi at 18 March, 2010, 7:56 am
Dompu, Gaung NTB
Sebanyak 7 ekor sapi milik warga Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja mati mendadak diduga kuat karena terkena penyakit SE (Septicania Eptizootika), atau lebih dikenal dengan penyakit Ngorok. dan kejadian itu terjadi sekitar seminggu lalu.
Kepastian terjangkitnya penyakit SE itu setelah pihak Dinas Peternakan (Disperta) Kabupaten Dompu melakukan tes urin pada sapi yang sakit.
Menurut A Rajak, pemilik 3 ekor sapi yang mati mengaku kaget ketika melihat sapi-sapinya yang tiba-tba kurus, lemas dan dalam waktu 3 hari langsung mati, “Saya tidak tahu penyakit apa yang menyerang sapi-sapi saya itu, hanya dalam hitungan hari langsung mati,” ungkapnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, Adil Paradi SSos, ketika dikonfirmasi Gaung NTB Selasa (9/3) kemarin menjelaskan matinya ketujuh ekor sapi itu akibat terserang penyakit SE atau penyakit Ngorok.
Gejala penyakit SE ini jelasnya, ditandai dengan mula-mula sapi mengalami penurunan berat badan kemudian lemas dan akhirnya mati. Dan untuk membuktikan penyakit itu pihak telah melakukan tes urin. “Kami pastikan matinya ketujuh ekor sapi itu, karena terserang penyakit ngorok hal itu sesuai dengan hasil tes laboraturium,” kata Adil saat turun kelokasi kejadian dan pemberian vaksin pada sapi warga di Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu.
Dan upaya untuk mengantisipasi penyakit SE itu, pihaknya telah memberikan obat anti biotic pada sapi yang terkena penyakit SE sedangkan untuk sapi yang belum terjangkit akan divaksin.
Dari hasil pengecekan dilapangan, menurut Adil penyakit Ngorok tidak hanya terjadi di Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja, tapi terjadi juga terjadi di Kecamatan lainya.
Dia juga menambahkan, bahwa bukan saja penyakit SE yang menyerang ternak, tapi ada juga penyakit antrax, rafa dan lainya. “Penyakit ini terlalu ganas seperti penyakit antrax dan daging sapi yang terkena SE masih bisa di konsumsi oleh manusia,” demikian Adil.
berita lain
Sorry, the comment form is closed at this time.








No comments yet.