Ratusan Warga Labuh Kuris Serbu Tong Pengelola Kuya
Lape, Gaung NTB
Ratusan warga Desa Labuh Kuris Kecamatan Lape, Rabu (01/09) lalu menyerbu lokasi pengelolaan emas (tong kuya) yang ditempatkan di sebelah Timur Dusun Terata.
Warga menolak keberadaan tong pengelola emas itu karena dihawatirkan mencemari lingkungan, karena berada di lokasi penggembalaan ternak (LAR) milik masyarakat dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Lape, Lopok dan Kecamatan Maronge.
Selain itu, warga juga menolak karena lokasinya hanya berada 50 meter dari pantai hingga dikhawatirkan mencemari ekosistem laut.
Tong pengelolaan ema situ milik Lepong—seorang pengusaha asal Kecamatan Alas. Ketika dikonfirmasi, Lepong menyatakan limbah pengelolaan kuya itu tidak akan merembes, sebab bak penampungnya dibuat secara permanen. “Kami jamin proses pengelolaan emas ini tidak berdampak buruk pada lingkungan, sebab teknologinya menggunakan sistem yang digunakan perusahaan pertambangan emas seperti PT Antam,” papar Lepong.
Lepong juga mengatakan kalau pihaknya bertangungjawab sepenuhnya atas apapun yang terjadi, termasuk mengganti rugi bila ada ternak yang meninggal akibat limbah limbah tong pengelolaan emas tersebut.
Mengenai legalitas proses pengelolaan emas itu, Lepong mengaku telah memperoleh ijin dari Kepala Desa Labuhan Kuris.
Namun Kepala Desa Labuhan Kuris, Syukri yang dikonfirmasi Gaung NTB justru membantah telah memberikan ijin terhadap keberadaan tong pengelola emas itu. “Pemda saja tidak berani memberikan ijin, apalagi saya yang kapasitas hanya sebagai kepala desa,” bantah Syukri.
berita terkait:
- Polisi Amankan Ratusan Petasan dan Kembang Api Dompu, Gaung NTB Polres Dompu mengamankan 237 buah petasan dan...
- Pemda KSB Akan Legalkan Penambangan Rakyat Taliwang, Gaung NTB Pemda KSB akan melegalkan aktifitas penambangan rakyat...
- Diduga Tercemar Tailing, Hasil Lab Sriyani Negatif Taliwang, Gaung NTB Dugaan bahwa penyakit yang diderita Sriyani warga...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




