Hearing LLH – PTNNT Ricuh

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Hearing yang dilakukan oleh Lembaga Lingkar Hijau (LLH) dengan PTNNT yang difasilitasi oleh DPRD Sumbawa berlangsung ricuh dan tidak membawa hasil. Pasalnya perwakilan yang diutus oleh PTNNT tidak memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan, sehingga 2 orang perwakilan dari PTNNT tersebut yakni Hamzah dan Karyawansyah Atta ditolak kehadirannya oleh LLH dan memicu kekecewaan mereka.
Seperti disampaikan oleh Ketua LLH Muhammad Taufan dalam pertemuan tersebut, bahwa pertemuan tersebut tidak ada artinya karena perwakilan yang datang dari Newmont adalah orang tidak memiliki kapasitas.
“Yang saya inginkan hadir disini adalah Presiden Direktur Newmont, bukan kecoak-kecoak Newmont,” tandas Taufan.
Taufan juga menilai DPRD Kabupaten Sumbawa bermain mata dengan pihak PTNNT, karena terkesan mengikuti kemauan perusahaan serta tidak mampu menghadirkan perwakilan PTNNT yang memiliki kapasitas dalam mengambil keputusan.
Mestinya kata Taufan DPRD Sumbawa mampu menghadirkan petinggi PTNNT di lembaga terhormat itu.
“Bukan saya tidak menghargai pertemuan ini, tetapi Newmont yang tidak menghargai kami,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PTNNT Karyawansyah Atta dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kehadiran mereka dalam pertemuan tersebut mewakili PTNNT sebagai bentuk penghargaan terhadap undangan dari DPRD Sumbawa.
“Sebelumnya kami sudah ada komunikasi dengan dewan, bahwa pimpinan kami tidak dapat hadir karena berada di luar daerah,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H A Rahman HMS SPd, yang memimpin pertemuan itu, justru mempersalahkan LLH agar pertemuan digelar hari ini (kemarin). “Makanya saya sudah bilang sama Saudara, jangan Saudara yang menentukan jadwal,” serunya.
Haji Meng–sapaan HA Rahman SPd menyatakan bahwa sebelumnya DPRD sudah berupaya melakukan komunikasi dengan petinggi PTNNT namun karena berada di Jakarta sehingga tidak dapat menghadiri pertemuan.
Ia juga membantah DPRD bermain mata dengan PTNNT. “Jangan dianggap kami ada main mata, kami ini wakil rakyat dan berusaha mengakomodir semua aspirasi rakyat. Sangat mustahil bagi kami untuk tidak memperhatokan aspirasi masyarakat, tetapi janganlah mendesak-desak soal waktu,” jelasnya.
Burhanuddin Jafar Salam SH dari Komisi I DPRD Sumbawa, menyatakan bahwa hearing dengan LLH ini sudah yang ke 3 kalinya, dan selalu tidak menemui hasil karena tidak datangnya petinggi PTNNT yang berwenang dalam mengambil keputusan.
Burhandudin, menawarkan pertemuan itu ditunda saja sampai adanya kesanggupan dari PTNNT untuk menghadirkan petinggi PTNNT yang memiliki kapasitas dalam mengambil keputusan.
Sedangkan Rusli Manawari berpendapat, pertemuan itu hanya buang-buang waktu dan energi karena para pihak tidak dapat mengambil kesimpulan atas tiga aspirasi LLH.
Demikian pula staf ahli Bupati, Ir Sirajuddin, yang diminta pendapatnya oleh pimpinan. “Sebaiknya kita tunda saja, sampai ada jadwal yang disetujui bersama terutama kapan bisanya Direktur PTNNT dapat hadir,” katanya.
Namun ketika jadwal itu hendak disepakati, tiba-tiba kericuhan memuncak setelah Taufan menggebrak meja sembari bangun dari kursinya. “Bapak-bapak dewan ! Jangan mau diputar-putar oleh Newmont… Ini lembaga terhormat, mengapa bapak-bapak mau mengalah. Di mana letak wibawa lembaga ini ! Kami rakyat, kecewa !.” kata Taufan sambil berteriak dengan pelototan mata yang tajam.
Sikap emosional Taufan bertambah ketika salah seorang anggota Komisi III lainnya, Muhammad Irwan SH membalas sikap Taufan dengan ikut berdiri dan menunjuk-nunjuk sambilberteriak. “Kalau begini bubar saja. Kami juga ingin dihargai. Tolong anda sopan. Ini kan sudah kita maubahas jadwalnya dengan Newmont. kalau Anda begitu, jangan harap lagi ada pertemuan berikutnya,” ulas Irwan.
Taufan pun kembali berteriak, “Kalau begitu, semua urusan soal Newmont dan aspirasi kami menjadi tanggungjawab Saudara Arma (Muhamma Irwan),” tandas Taufan yang dijawab Irwan dengan kata-kata yang lebih keras. “Oke, bubar saja ! Ayo semua teman-teman (pimpinan dan anggota DPRD) kita bubar saja,” teriaknya sambil meninggalkan tempat.
Pertemuan itu akhirnya langsung ditutup oleh HA Rahman HMS SPd tanpa ada keputusan apa pun. Tentu saja suasana itu disambut dengan senyum lebar oleh dua staf Newmont.

Share

berita terkait:

  1. Dinilai Gagal, APPK Tolak Keputusan PTNNT – Pemda Taliwang, Gaung NTB Puluhan pelamar dari Aliansi Pemuda Pencari Kerja...
  2. Tidak Diperkenankan Meliput Pertemuan Pemda-PTNNT, Pers Protes Taliwang, Gaung NTB Sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang...
  3. PTNNT Dituding Sengaja ‘Adu’ Masyarakat dengan Aparat Taliwang, Gaung NTB Warga kecamatan Sekongkang yang melakukan aksi pemblokiran...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.