Perjuangan Gembok untuk Masyarakat Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ketua Gerakan Masyarakat Boak (Gembok), Ismail Cing menyatakan tidak ada lagi yang perlu dijelaskan terkait kesepakatan yang dibangun Gembok dengan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dan sejumlah perusahaan pemegang Ijin Usaha Penambangan (IUP) yang beroperasi di wilayah lingkar selatan, karena pihaknya sudah menyampaikannya secara transparan melalui media massa (Gaung NTB edisi, 6 Januari 2012)  dan tidak ada yang disembunyikan.
Dalam pernyataan Gembok sebagaimana yang dilansir tersebut ungkap Cing akrab Ismail disapa, bahwa pada pertemuan yang dihadiri Kades Boak, Ruslan A.Md, manajemen PTNNT diwakili Manager Eksternal Eksplorasi, H Kasan Mulyono telah berkomitmen mengakomodir harapan masyarakat Boak dan seluruh masyarakat Sumbawa, secara professional dan proporsional. Boak dan desa lainnya di Kabupaten Sumbawa akan diperlakukan sama, baik soal perekrutan tenaga kerja maupun bantuan sosial dan program-program lain untuk kepentingan masyarakat.
Selain itu PTNNT bersedia memenuhi keinginan Gembok, untuk mensosialisasikan kegiatannya di Boak, di samping perusahaan yang berpusat di Denver Colorado AS itu akan terus menjalin komunikasi dan silaturrahim dengan masyarakat dalam prinsip kebersamaan dan saling menguntungkan.
Komitmen yang sama juga disuarakan perusahaan tambang lainnya, sehingga semua yang menjadi harapan masyarakat Boak dalam tuntutannya telah dianggap tuntas.
Selain itu lanjut Cing, Gembok telah menyampaikan pembatalan pertemuan atau hearing dengan PTNNT pada 9 Januari sebagaimana yang diagendakan DPRD Sumbawa, karena masyarakat Boak menganggap lembaga wakil rakyat tersebut telah gagal menfasilitasi Gembok dengan sejumlah perusahaan termasuk PTNNT sebagaimana yang dijanjikan Ketua DPRD setempat pada 3 Januari 2012. Pada tanggal 3 tersebut, ratusan masyarakat Boak mendatangi DPRD, namun tak satupun pimpinan dewan yang berhasil ditemui, terlebih lagi pertemuan dengan PTNNT ternyata tidak diagenda dewan pada hari itu. “Kami saat itu kecewa, dan menolak untuk digelar pertemuan berikutnya, sehingga warga Boak menyelesaikan persoalannya sendiri,” kata Cing.
Informasi Tidak Benar
Menanggapi informasi yang beredar terkait alokasi dana bantuan social (Rp 100 juta—Rp 150 juta) dan jumlah tenaga kerja (2 sampai 4 orang) yang disepakati dalam deal Gembok dan PTNNT, ditegaskan Cing, sangat tidak benar dan mengada-ada.
Yang benar menurut Cing, PTNNT meminta masyarakat Boak mengajukan proposal dan akan dibantu sesuai kemampuan keuangan perusahaan. Bantuan untuk masyarakat Boak itu sebut Cing, besarnya tidak disamakan dengan 36 desa lain di 6 kecamatan (Ropang, Lantung, Lenangguar, Moyo Hulu, Orong Telu dan Lunyuk) karena sejumlah desa tersebut telah di SK-kan oleh Bupati Sumbawa. “Bantuan yang akan didapatkan Desa Boak jauh di bawah desa yang telah di SK-kan Bupati, dan Newmont takut melanggar MoU itu,” demikian Cing.
Di bagian lain Cing sangat mendukung munculnya gerakan-gerakan lain dalam memperjuangkan haknya selaku masyarakat Sumbawa seperti yang diwacanakan akan muncul gerakan dari desa dan sejumlah kelurahan seperti Glubug, Glubag, Glukat, Glusek, Gluma, Glubi, Glulem dan Glupun. “Kami sangat mendukung, karena ternyata gerakan yang kami bangun telah membuka peluang desa dan kelurahan lain untuk melakukan gerakan yang Gembok lakukan,” katanya.
Dukungan ini diberikan, tegas Cing, sepanjang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan daerah secara umum.

Share

berita terkait:

  1. PTNNT Dituding Sengaja ‘Adu’ Masyarakat dengan Aparat Taliwang, Gaung NTB Warga kecamatan Sekongkang yang melakukan aksi pemblokiran...
  2. CUD 2011 Sukses, Partisipasi Masyarakat Meningkat Taliwang, Gaung NTB Puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang...
  3. Tokoh Masyarakat Sekongkang Minta Arif Dicopot Sekongkang, Gaung NTB Pola komunikasi yang diterapkan manajement PTNNT dibawah...
  4. Dana Bedah Rumah untuk Bangkat Monteh Dipertanyakan Taliwang, Gaung NTB Warga penerima bantuan bedah rumah di Desa...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.