Rendah Perhatian Pemda Terhadap Sultan Sumbawa
By redaksi at 25 January, 2012, 11:39 am
Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tokoh Masyarakat Sumbawa, Suharto SH, menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap eksistensi keberadaan Kesultanan Sumbawa dan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) sangat rendah.
“Saya sangat prihatin minimnya perhatian pemerintah terhadap Sultan Sumbawa,” katanya.
Minimnya perhatian pemerintah tersebut Menurut Harto, tercermin dari kebijakan anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk 2 lembaga tersebut yakni hanya Rp 100 juta.
Sementara Sultan Sumbawa dan LATS menurut mantan anggota DPRD Sumbawa itu, adalah 2 lembaga yang berbeda, Sultan Sumbawa merupakan symbol kepemimpinan rakyat Tana Samawa, Raja Tana Samawa, dimana tercurah harapan agar seorang raja selalu secara produktif mampu menjalin komunikasi dengan seluruh wilayah adat yang ada di Tana Samawa.
“Mestinya pemerintah memberikan perhatian dan wajib hukumnya, karena Sultan Sumbawa membutuhkan biaya rumah tangga, menjamu tamu, membutuhkan sarana mobilitas, dan lain sebagainya,” papar Harto.
Sultan Sumbawa itu jelas Harto, membawa misi utama membangun sikap mental Tau dan Tana Samawa yang beretika, berbudaya, saling pendi dan saling satingi.
Apalagi sambung Harto, pengukuhan Sultan Sumbawa ditetapkan dengan Keputusan DPRD, maka sudah barang tentu ada konsekwensi anggaran.
“Saya hanya memberikan masukan saja kepada penentu kebijakan agar tidak ragu-ragu dalam memberikan perhatian kepada Sultan,” katanya.
Itu, lanjutnya, termasuk rencana pembebasan lahan dalam kerangka menyatukan kembali lokasi Lenang Lunyuk, yang selama ini secara terang-terangan disampaikan oleh pemerintah.
“Kalau perhatian pemerintah terhadap Sultan Sumbawa hanya seperti ini, maka tidak heran kelak Sultan Sumbawa hanya simbol dan tinggal nama saja,” katanya.
Yang penting harus diingat kata Harto, bahwa Sultan Sumbawa tidak menjadi saingan pemerintah formal, Sultan Sumbawa adalah mitra pemerintah, mitra rakyat untuk Tana Samawa ini, demi Kerik Selamat Tau ke Tana Samawa.
berita lain
berita lain:
- NTB Usulkan Sultan Shalahuddin sebagai Pahlawan Nasional Mataram, Gaung NTB Masyarakat Sejarawan Indonesia di NTB mengusulkan nama...
- Pengamat : Jangan Salahkan Rakyat Jika Citra DPRD Dipandang Rendah Taliwang, Gaung NTB Pengamat Parlemen dan Birokrasi Sumbawa Barat, Mustakim...
- Raperda Inisiatif Tak Lalui Uji Publik, Dewan Kecewa Terhadap Eksekutif Taliwang, Gaung NTB DPRD KSB menyatakan kecewa atas sikap eksekutif...
- Raperda Inisiatif Tidak Diuji Publik, Dewan Kecewa Terhadap Eksekutif Taliwang, Gaung NTB DPRD KSB menyatakan kecewa atas sikap eksekutif...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Comments
Sorry, the comment form is closed at this time.









saya senang sekali dengan perhatian masyarakat dan orang2 pemikir seperti anda yang memiliki ide dan motivasi yang mendalam terhadap perkembangan sumbawa,,PEMERINTAHAN, KESULTANAN SUMBAWA PASTINYA. kesultanan memang harus di dirikan lagi untuk mempertahankan kebudayaan sumbawa yg telah terkikis,,dengan melihat dari segi history, kesultanan sumbawa memiliki daerah kekuasaan yang luas juga memiliki nilai sejarah yang segaris dengan kesultanan di makasar, tetapi beberapa hal yang sangat tidak saya setuju dengan ide anda yaitu mengenai tulisan andsa yang membahas :::::::::::::::::::“Saya sangat prihatin minimnya perhatian pemerintah terhadap Sultan Sumbawa,” katanya.
Minimnya perhatian pemerintah tersebut Menurut Harto, tercermin dari kebijakan anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk 2 lembaga tersebut yakni hanya Rp 100 juta.:::::::::::::::SAYA RASA PEMERINTAH SUMBAWA BUKAN MINIM DALAM MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP SULTAN SUMBAWA,,,,DANA 100 JT ITU SUDAH BANYAK,,DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ALOKASI TERHADAP 2 LEMBAGA TERSEBUT YAITU LATS,, DAN MENURUT SAYA..100 JT SEHARUSNYA HANYA DIBERIKAN KEPADA SULTAN SAJA , UNTUK biaya rumah tangga, menjamu tamu, membutuhkan sarana mobilitas, dan lain sebagainya,” UNTUK LATS..LEMBAGA TERSEBUT ADALAH LEMBAGA YANG IKUT BERFIKIR UNTUK KEBUDAYAAN SUMBAWA,,DAN UNTUK ANGGOTA LATS TIDAK WAJIB DIBERIKAN DANA ATAU GAJI,,,KARENA MEREKA ADALAH PELAYAN SULTAN,,BEGITUPUN JAMAN DAHULU PELAYAN SULTAN DENGAN IKHLAS MEMBANTU SULTAN TANPA MENGHARAPKAN IMBALAN IMBALAN YANG BERBENTUK MATERI,,,ITUPUN HARUS DITERAPKAN BAGI PELAYAN SULTAN: DAN YANG TERMASUK PELAYAN SULTAN DISINI ADALAH LATS DAN SEGENAP MASYARAKAT SUMBAWA..MULAI DARI TARANO SAMPAI SEKONGKANG,,,JADI HARAPAN SAYA JANGANLAH MEMINTA HARAPAN DENGAN MENYEBUTKAN NOMINAL UANG..ITU SANGAT MENYAKITKAN BAGI SAYA TAU SAMAWA YANG MEMBACANYA…JIKA INGIN MELAYANI…LAYANI DENGAN IKHLAS DENGAN FALSAFAHN KITA Adat Barenti ko Syara, Syara Barenti ko Kitabullah,…JADI HARAPAN SAYA ANDA SEBAGAI PEMIKIR KEMAJUAN SUBAWA HENDAKNYA BERILAH TULISAN TULISAN YANG MEMBIMBING BAGI PARA KOMUNITAS MUDA…CINTAI PEMERINTAH SUMBAWA DAN SULTAN KITA,,,BEKERJA DENGAN IKHLAS TANPA HENTI UNTUK MEMBANGUN SUMBAWA