10 Juta Dolar AS dari UEA untuk Bangun Masjid Christchurch

    Masjid Christchurch Linwood Selandia Baru akan dibangun

    REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH – Yayasan Uni Emirat Arab (UEA) menyumbangkan 10 juta dolar AS untuk pembangunan masjid bekas serangan teror Christchurch, Selandia Baru.

    Yayasan meminta Arsitek Australia untuk merancang masjid dan pusat Islam untuk memperingati insiden teror yang menewaskan 51 orang. Nantinya, masjid baru akan menggantikan Linwood Islamic Center di Christchurch.

    Imam Linwood Abdul Lateef mengungkapkan kegembiraannya ketika mengetahui tentang pembangunan kembali masjid setelah serangan pada 15 Maret 2019. “Yayasan Amal dan Kemanusiaan Zayed berjanji untuk membangun masjid terbaik di Selandia Baru,” kata Lateef.

    Yayasan ini didirikan oleh Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan dengan dana abadi US$1,4 miliar yang digunakan untuk proyek amal dan kemanusiaan di seluruh dunia.

    Mereka baru-baru ini membangun masjid senilai $50 juta di Irak dan rumah sakit penelitian kanker senilai $150 juta di Texas.

    Lateef mengatakan perwakilan Uni Emirat Arab terkejut melihat kondisi masjid Linwood yang hancur ketika mereka mengunjungi Christchurch setelah serangan teror. Sebulan kemudian, Lateef diberitahu oleh yayasan bahwa mereka akan membantu pembangunan masjid.

    “Semua Muslim senang ketika mereka tahu tentang berita itu,” katanya. Juru bicara Yayasan Taofik El Idrissi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendanai proyek tersebut.

    Masjid baru itu akan menjadi masjid terbesar di Selandia Baru. Namun, pandemi Covid-19 menunda proyek tersebut. Saat ini, yayasan sedang mencari cara untuk segera menandatangani proyek dari jarak jauh dan mendesain bangunan hingga selesai.

    Diperkirakan pembangunan akan dimulai pada akhir tahun dan membutuhkan waktu 14 bulan untuk menyelesaikannya. Sebuah bangunan tua di depan masjid akan segera dibongkar agar laporan geoteknik bisa selesai.

    Proyek ini akan mencakup masjid baru seluas 325 meter persegi yang mempromosikan perdamaian dan persatuan. Pusat ini akan mencakup kantor, ruang kuliah, ruang serbaguna, dua apartemen dan tiga ruang ritel.

    Arsitek Australia Dr Hasan Alijagic mengatakan dia akan melakukan semua yang dia bisa dalam proyek ini. “Jika itu untuk Christchurch, itu akan menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk melakukannya,” katanya. n Meiliza Laveda



    https://www.republika.co.id/berita/qwxh5m320/10-juta-dolar-as-dari-uea-untuk-bangun-masjid-christchurch