2 magang Indonesia akhirnya berlayar untuk menangkap ikan dengan pukat Jepang

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebelum larangan “pemancingan jaring penarik dasar lepas pantai” dicabut 1 September 2021, penangkapan ikan pukat dari Pelabuhan Yawatahama dilepaskan dengan upacara pelepasan kecil dan berangkat kemarin dari Yawatahama Ehime Jepang.

    “Saya suka laut dan ikan jadi saya sangat menantikannya. Saya akan melakukan yang terbaik dengan ide menangkap (ikan) paling banyak daripada perahu lainnya. Itu harapan saya,” kata seorang nelayan yang akan menjadi nelayan. berlatar belakang kemarin (31/8/2021) .

    Sebelum larangan dicabut hari ini (1/9/2021), upacara penangkapan ikan pukat berukuran sedang diadakan pada pagi hari tanggal 31 Agustus, dan para kru memanggang perjalanan yang aman dan tangkapan besar.

    Ada lebih dari 50 pukat pada sekitar tahun 1950 pada puncaknya, tetapi sekarang hanya ada dua pukat, yaitu “Showa Perikanan” karena penurunan jumlah pelaut.

    Delapan belas awak kapal, termasuk dua trainee praktek kerja dari Indonesia, menaiki dua kapal pukat dan mengitari pelabuhan menuju daerah penangkapan ikan sementara keluarga mereka dan pihak terkait diberangkatkan.

    Operasi pertama kapal “Okiai sokobiki mōgyo” akan ditujukan untuk ikan air tawar merah dan cumi-cumi di lepas pantai prefektur Miyazaki, dan akan mendarat di pasar ikan Yawatahama lagi pada 2 September 2021.



    https://www.tribunnews.com/internasional/2021/09/01/2-pemagang-indonesia-akhirnya-berlayar-menangkap-ikan-dengan-kapal-pukat-jepang