Pemda Minta Masyarakat Waspadai Ancaman Bencana Kekeringan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bupati Sumbawa melalui Sekda Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, meminta kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti kekeringan, kegaglan panen dan kerawanan pangan. Hal ini disampaikan H Mo’ sapaan akrab Sekda Sumbawa dalam rapat koordinasi dengan Dinas dan intansi terkait yang berlangsung di ruangnya Sabtu (27/03) lalu.
Berdasarkan hasil pemetaaan sementara, ancaman bencana yang mungkin akan melanda pada memasuki musim kemarau ini diantaranya epidemi, kekeringan, kebakaran, gagal panen dan rawan pangan. dan potensi becana itu dapat terjadi di seluruh kecamatan.
Untuk itu H Mo’ minta kepada camat agar segera melakukan koordinasi dan melaporkan apabila ada bencana agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kerugian dari bencana itu.
Sementara untuk kekeringan yang sekarang ini terjadi, pemda telah mengambil langkah-langkah melalui program jangka pendek yakni dengan pemanfaatan pompa air yang telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa. “Dinas PU dan Dinas Pertanian telah mendistribusikan mesin itu kepada warga yang mengalami kekeringan,” jelasnya.
Kemudian untuk langkah selanjutnya kata H Mo’ adalah memaksimalkan peran aktif PNPM Mandiri yang ada di beberapa kecamatan untuk mengarahkan kegiatan untuk mengantisipasi ancaman bencana itu serta penyaluran raskin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Sirajuddin dalam laporannya mengatakan setidaknya ada 8 kecamatan di Kabupaten Sumbawa masuk dalam rawan kekeringan antara lain kecamatan Plampang, Empang, Moyo Hulu, Buer, Lape, Labangka, Tarano dan Kecamatan Sumbawa.
Dari seluruh kecamatan tersebut, kekeringan padi sawah mencapai 346 hektar, masing-masing Kecamatan Empang 29 hektar, Buer 83 hektar, Labangka 234 hektar.