21 Kecamatan Ambil Bagian di Pekan Budaya Pelajar Kecamatan Batu Lanteh Dipastikan Tidak Hadir

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pekan Budaya Pelajar (PBP) tingkat kabupaten yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, resmi digelar tanggal 6—11 November mendatang. Sejauh ini baru 21 kecamatan yang sudah memastikan ambil bagian, dikegiatan yang nantinya di pusatkan di lapangan terbuka Lapangan Pahlawan dan Istana Dalam Loka tersebut.
Kecamatan yang belum memberi konfirmasi bakal ikut serta ini seperti disampaikan Kadis Dikbud setempat, melalui Kabid Kebudayaan, H Hasanuddin, SPd, adalah Kecamatan Lantung, Ropang dan Batu Lanteh. Bahkan kecamatan yang disebut terakhir, sudah menyatakan diri tidak hadir. “Mereka sudah kita undang rapat dua kali, tapi tidak pernah hadir. Selain materi lomba yang tidak mampu dilatihkan kepada pelajar di sana, masalah anggaran juga jadi alasan kenapa kecamatan ini tidak ikut,” ungkap H Hasanuddin.
Adanya kecamatan yang tidak ikut ini, cukup disayangkan. Sebab kegiatan ini menurut Kak Ace—sapaan akrabnya, juga menyangkut persoalan pengembangan diri siswa baik dari aspek Koknitif, Psikomotor dan Afektif.
Mengenai materi lomba Kak Ace, menyebutkan ada 9 mata lomba yang dipertandingkan dikegiatan yang diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP dan SMA ini. Namun, dari 21 kecamatan yang memastikan hadir, hanya ada 3 kecamatan yang mengikuti materi lomba secara penuh, yakni Kecamatan Lape, Moyo Hilir dan Lunyuk.
Ini terjadi kata Kak Ace, karena kurangnya koordinasi yang dilakukan oleh KUPT yang ada di masing-masing kecamatan sejak persiapan dilakukan, maupun oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS). “Sebagian besar mereka mengajukan alasan klasik tidak ada sumber pembiayaan di sekolah, untuk mengikuti PBP dan lomba literasi budaya lokal,” terangnya.
Koordinasi paling baik justru ditunjukkan oleh KUPT Lape, Moyo Hilir dan Lunyuk, dalam mempersiapkan tim PBP nya. Kecamatan Lape, malah jadi satu-satunya kecamatan yang mengadakan seleksi tingkat kecamatan, agar nantinya memiliki tim terbaik yang ikut serta di PBP tingkat kabupaten.
Sekedar diketahui, kurang lebih ada 300 pelajar SD, SMP dan SMA yang ambil bagian dalam kegiatan PBP ini.
Selain sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah Sumbawa dan memasyarakatkan kembali melalui jalur pendidikan seni dan budaya daerah Sumbawa sebagai jati diri, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi ruang bagi pengembangan bakat dan minat pelajar di Bumi Sabalong Samalewa, serta upaya pengalian seni dan budaya serta sejarah yang dilakukan oleh siswa.