230 Narapidana Lapas Tasikmalaya Lagi Dihapus Diuji

    Tes usap sebagai tindak lanjut dari temuan 93 narapidana positif Covid-19 di lapas.

    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Sebanyak 230 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tasikmalaya, Jawa Barat, menjalani tes usap untuk mendeteksi penyebaran wabah Covid-19. Tes tersebut merupakan tindak lanjut untuk menemukan 93 narapidana di penjara itu positif Covid-19.

    “Kami melakukan swab massal terhadap 230 orang yang kemarin negatif untuk membandingkan tingkat penyebaran di Lapas ini,” kata Davi Bartian dari Lapas Kelas IIB Tasikmalaya di Tasikmalaya, Kamis (8/4).

    Ia mengatakan, sebelumnya 93 warga Lapas Tasikmalaya dipastikan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap massal, kemudian menjalani isolasi di ruang lapas khusus. Lapas Tasikmalaya, kata dia, melakukan tes usap massal untuk kedua kalinya karena ingin mengetahui perkembangan terkini setelah dua pekan lalu ada kasus 93 warga binaan positif Covid-19.

    “Hasil paling lama satu minggu, nanti akan kami sampaikan lagi dari Dinas Kesehatan kepada kami, apakah hasilnya negatif atau positif,” ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, ada 93 warga binaan yang saat ini menjalani isolasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Lapas Tasikmalaya.

    Ia menyampaikan, temuan kasus positif Covid-19 di klaster Lapas ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama institusi tertentu untuk menyiapkan ruang pelayanan kesehatan sebagai langkah berjaga-jaga jika kasusnya banyak.

    Pusat pelayanan kesehatan, kata dia, merupakan langkah awal untuk mengisolasi pasien dengan gejala ringan namun tetap mendapat perawatan medis yang serius. “Jika pasien mengalami gejala yang parah, maka harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” kata Uus.

    sumber: Antara




    Source