245.496 Kendaraan Berangkat dari Jabodetabek Hingga Kemarin

    Angka tersebut turun 45,5 persen dari lalu lintas normal sebanyak 450.117 kendaraan.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 245.496 kendaraan meninggalkan Jabodetabek dalam kurun waktu 6-8 Mei 2021. Kendaraan tersebut meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju timur, barat dan selatan.

    “Angka ini turun 45,5 persen dari lalu lintas normal 450.117 kendaraan,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Minggu (9/5).

    Sebaran lalu lintas ke tiga arah tersebut 34,5 persen ke arah timur. Kemudian 37,7 persen kendaraan menuju ke barat dan 27,8 persen kendaraan menuju ke selatan.

    Dwimawan menjelaskan kendaraan yang menuju ke timur melalui GT Cikampek Utama, Tol Jakarta-Cikampek, dengan total 43.505 kendaraan meninggalkan Jakarta. Angka tersebut turun 56,0 persen dari lalu lintas normal yang sebanyak 98.976 kendaraan.

    Selanjutnya, GT Kalihurip Utama Tol Cipularang dengan total 41.192 kendaraan meninggalkan Jakarta. Angka tersebut turun 59,7 persen dari lalu lintas normal yang sebanyak 102.152 kendaraan.

    “Total kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke Timur sebanyak 84.697 kendaraan, turun 57,9 persen dari lalu lintas normal sebanyak 201.128 kendaraan,” kata Dwimawan.

    Sedangkan arus lalu lintas keluar Jakarta menuju barat melalui Tol Cikupa GT Tangerang-Merak sebanyak 92.594 kendaraan. Angka ini turun 35,1 persen dari lalu lintas normal 142.566 kendaraan.

    Untuk kendaraan yang berangkat dari Jakarta menuju selatan lewat GT Ciawi Tol Jagorawi sebanyak 68.205 kendaraan. Angka ini turun 35,9 persen dari kondisi lalu lintas normal 106.423 kendaraan, kata Dwimawan.

    Dalam kurun waktu pemberantasan mudik Lebaran 1442 H 6-17 Mei 2021, Dwimawan mengimbau kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) untuk kategori yang dikecualikan seperti kendaraan jasa distribusi logistik, kebutuhan kerja / jasa, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga, hamil. perempuan (didampingi 1 anggota keluarga) dan kebutuhan persalinan untuk dapat melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, termasuk Surat Izin Masuk dan Keluar (SIKM). Begitu juga hasil negatif dari uji RT-PCR maksimal 3×24 jam atau hasil negatif uji antigen cepat maksimal 2×24 jam atau hasil negatif Genose sebelum pemberangkatan.




    Source