254.173 Lowongan CPNS dan PPPK Bakal Dibuka

Jakarta, Gaung NTB – Lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka tahun ini. Jumlahnya mencapai 254.173 lowongan. “Iya 254.000 lebih,” kata Kasubbag Hubungan Media dan Antar Lembaga BKN Diah Eka Palupi, Senin (10/6).
Lowongan CPNS sebanyak itu di antaranya untuk kebutuhan pemerintah pusat dan daerah. Untuk pemerintah pusat, ada total 46.425 orang yang dibutuhkan dengan rincian untuk PNS sebanyak 23.213. Jumlah tersebut diisi pelamar umum 17.519 orang dan dari sekolah kedinasan 5.694 orang. Kemudian, untuk PPPK yang diisi dari eks THK-II dan honorer sebanyak 23.212 orang.

Selanjutnya, untuk CPNS pemerintah daerah lowongannya sebanyak 207.748. Angka tersebut dengan rincian kebutuhan PNS 62.324 dan untuk PPPK yang diisi dari eks THK-II dan honorer sebanyak 145.424.

Untuk kebutuhan lowongan CPNS sendiri yang jumlahnya 62.324, sebanyak 62.249 diisi pelamar umum dan yang diisi dari sekolah kedinasan sebanyak 75 orang.

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin menyatakan akan membuka lowongan CPSN dan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) atau pegawai setara PNS dalam waktu berdekatan. Lowongan tersebut akan dibuka sehabis lebaran.

“Memang rencana tahun ini kita akan merekrut lagi 100 ribu PNS ya. Dan P3K 150 ribu tapi sudah berjalan. PK3 itu sudah direkrut sekitar 52 ribu yang lalu di bulan kemarin ini Januari. Jadi nanti ada selanjutnya lagi untuk P3K,” jelas Syafruddin.

Lalu, untuk waktunya, Syafruddin menyebut akan membuka lowongan P3K di bulan Agustus, dan CPNS di bulan Oktober. “Kalau P3K nanti habis lebaran ini. PNS-nya nanti triwulan ke 4, bulan Oktober,” kata dia.

“P3K belum banyak, masih lanjutan kemarin. Nanti kembali lagi ke guru, dan tenaga-tenaga kesehatan, tenaga-tenaga teknis nanti setelah itu mungkin di bulan ke 8,” lanjutnya.

Syafruddin juga mengatakan bahwa rekrutmen CPNS 2019 ini akan mengutamakan guru-guru honorer. Hal itu agar mereka mendapatkan kesempatan menjadi PNS. “Tetap guru honorer yang lebih diutamakan,” tutur Syafruddin. (Ant)