30 Desa Kota Sukabumi Masuk Zona Hijau Risiko Covid-19

    Meski mayoritas merupakan kawasan hijau, namun tetap harus disikapi dengan menekankan pada penerapan prosedur

    REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Sebanyak 30 kecamatan dari 33 kecamatan di Kota Sukabumi masuk dalam zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19. Pasalnya, dalam sepekan terakhir tidak ada kasus baru di puluhan desa tersebut.

    “Dalam kurun waktu 4-10 Oktober 2021, sebanyak 30 kelurahan yang masuk dalam zona hijau Covid-19,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Lulis Delawati. , Minggu (10/10). Hal itu menunjukkan di 30 kecamatan di Kota Sukabumi, tidak ditemukan kasus baru Covid-19.

    Suatu daerah dinyatakan sebagai zona hijau, kata Lulus, karena dalam sepekan tidak ada kasus dan kematian akibat Covid-19. Ke-24 desa zona hijau tersebut adalah Jayaraksa, Babakan, Cibeureum Hilir, Jayamekar, Limusnunggal, Sindangpalay, Cisarua, Subangjaya, Cikole, Selabatu, Kebonjati, Cikondang, Tipar, Warudoyong, dan Gunungparang.

    Berikutnya Desa Citamiang, Gedongpanjang, Nanggulung, Gunungpuyuh, Sriwidari, Karangtengah, Cikundul, Cipanengah, Sindangsari, Lembursitu, Sudajaya Hilir, Dayeuhluhur, Nyomplong, Karamat, Lembursitu, dan Benteng. Sedangkan zona kuning adalah Baros, Situmekar, dan Sukakarya.

    Penetapan zonasi, kata Lulus, dilakukan setiap minggu. Dimana data terbaru akan terus di update pada minggu berikutnya. Lulis mengatakan, kasus positif baru Covid-19 di Kota Sukabumi hanya sedikit. Misalnya, pada hari Minggu tidak ada kasus baru Covid-19 dan tidak ada kematian.

    Total kasus Covid-19 sejak 1 Januari hingga 10 Oktober 2021 sebanyak 7.344 orang. Dari jumlah tersebut, 7.109 orang atau 96,8 persen sembuh, 10 orang masih dalam isolasi, dan 225 orang atau 3 persen meninggal.

    Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, meski kasus Covid-19 di Kota Sukabumi mengalami penurunan dan kelurahan walikota zona hijau harus disikapi dengan menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes). “Meski kasusnya menurun, warga tetap harus menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak atau menghindari keramaian,” ujarnya.

    Hal ini, kata Fahmi, diperlukan untuk mencegah potensi kasus Covid kembali meningkat. Jika warga mengabaikan prokes, dikhawatirkan kasus akan kembali meningkat.



    https://www.republika.co.id/berita/r0rcbk380/30-kelurahan-kota-sukabumi-masuk-zona-hijau-risiko-covid19