30 Marinir Meksiko Ditangkap Sehubungan Dengan Orang Hilang

    Tamaulipas merupakan kawasan yang sudah lama dilanda kekerasan.

    REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY – Sebanyak 30 marinir di Meksiko ditangkap terkait hilangnya sejumlah orang di Tamaulipas pada 2014. Mereka menjalani pemeriksaan di kantor kejaksaan.

    “Ada 30 anggota angkatan laut yang diinterogasi oleh Jaksa Agung Meksiko pada 9 April, sesuai dengan surat perintah penangkapan atas dugaan kejahatan penghilangan paksa orang,” kata sekretariat angkatan laut dalam sebuah pernyataan. Aljazair, Selama (13/4).

    Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian terkait kasus dugaan kejahatan tersebut. Namun, penangkapan personel angkatan laut Meksiko tersebut konon berkaitan dengan penyelidikan atas insiden yang terjadi di Nuevo Laredo, Tamaulipas, negara bagian yang berbatasan dengan Amerika Serikat (AS).

    Tamaulipas merupakan kawasan yang sudah lama dilanda kekerasan terkait peredaran narkoba. Negara bagian itu juga mencatat jumlah orang hilang tertinggi di Meksiko, khususnya di daerah yang mengarah ke perbatasan dengan AS.

    Sebagian besar orang yang hilang diduga bermasalah dengan kartel narkoba. Namun, aparat penegak hukum, terutama polisi negara bagian dan kota, juga dituntut terkait hal ini.

    Tindakan jaksa Meksiko saat ini menandai penahanan terbesar personel militer sehubungan dengan penghilangan paksa dalam beberapa tahun terakhir di negara Amerika Latin tersebut. Pemerintah telah mengumumkan bahwa surat perintah penangkapan sedang dipersiapkan terhadap personel militer dan polisi atas hilangnya 43 siswa dari sekolah Ayotzinapa di negara bagian selatan Guerrero pada tahun 2014, tetapi belum secara resmi melaporkan apakah surat perintah tersebut telah diterapkan.

    Pada akhir 2006, ketika pemerintah melancarkan serangan militer terhadap kartel narkoba, dan pada Desember 2020, Meksiko mencatat hingga 80.517 laporan orang hilang. Pada periode yang sama, sekitar 300.000 orang telah terbunuh, dengan sebagian besar kematian diyakini terkait dengan kelompok kejahatan terorganisir.

    Angkatan Laut Meksiko dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menyerahkan personel yang diminta oleh jaksa penuntut sesuai dengan protokol saat ini. Dengan demikian, penyelidikan bisa berjalan lancar.




    Source