41 Combine Harverster Diberikan Kepada Kelompok Tani

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Teknologi pertanian memang sangatlah penting untuk digunakan, selain untuk menghemat waktu dalam bekerja juga dapat mengurangi potensi pengurangan hasil, adalah Combine Harverster mesin yang digunakan untuk memanen padi diberikan kepada beberapa kelompok tani yang tersebar dibeberapa kecamatan.
Ditemui Gaung NTB, Selasa (20/9) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Melalui Kabid Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil, H Syahri SP mengatakan, bahwa ada sebanyak 41 Combine Harverster telah dibagikan kepada beberapa kelompok, dimana mesin tersebut ada yang berkapasitas besar (5), sedang (18) dan kecil (18).
Penentuan kelompok yang menerima bantuan mesin tersebut melalui verifikasi, survey dan analisi terlebih dahulu dan hal itu sudah dilakukan pada bulan Februari sehingga dalam menentukan kelompok penerima sangatlah selektif.
Selain itu H. Syahri juga menyampaikan bahwa setelah diberikan bantuan tersebut, Dinas Pertanian akan terus melakukan pengawasan terhadap bantuan tersebut, bahkan pada 15 September diberikan bimbingan teknis kepada para kelompok penerima bantuan. Juga disampaikan terkait laporan penggunakaan mesin tersebut juga harus diberikan kepada dinas sebagai bahan evaluasi.
Dikatan H. Syahri, kelompok yang menerima bantuan tersebut berasal dari kecamatan yang mempunyai potensi yang lebih misalnya produksi padi cukup besar dan rata-rata 2 panen padi. Kelompok-kelompok yang mendapatkan bantuan tersebut tersebar dalam beberapa kecamatan yakni kecamatan Alas, Alas Barat, Buer, Utan, Rhe, Sumbawa, Moyo Hulu, Hilir, Utara, Lape, Lopok, Plampang dan Empang.
Bagi kecamatan yang belum mendapatkan bantuan, selama mempunyai potensi akan tetap diprioritaskan tentunya harus sesuai dengan usulan petani atau kelompok tani, H. Syahri berharap kepada kelompok yang menerima bantuan supaya memanfaatkan bantuan tersebut dengan maksimal, dan dengan menggunakan mesin tersebut dapat mengurangi penurunan hasil petani dimana kalau menggunakan tenaga manusia pengurangan hasil mencapai 30 sampai 40 persen akan tetapi dengan menggunakan mesin tersebut pengurangan hasil petani hanya 3-4 persen saja.