45 Hektar Lahan Pertanian Alami Kekeringan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sekitar 45 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan, karena petani menanam padi di lahan tadah hujan sementara sekarang ini sudah masuk musim kemarau.

Pengamatan Hama Penyakit (PHP) menyatakan bahwa masalah kekeringan di kecamatan dan juga berdasarkan survei lapangan dari Dinas Pertanian di salah satu wilayah yang mengalami kekeringan itu yakni di Desa Marente Kecamatan Alas sekitar 45 Hektar dan kawasan tersebut merupakan kawasan tadah hujan yang ditanami padi karena mengingat pengalaman tahun 2018 mereka tidak mendapat masalah kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupeten Sumbawa Ir Taliffudin MSi saat ditemui Gaung NTB di ruang kerjanya, Kamis (27/6) menyampaikan bahwa daerah yang di luar aliran irigasi dan tidak bisa diantisipasi sepenuhnya oleh dinas pertanian mengingat akses suplai air yang begitu terbatas meskipun mengunakan pompa air.

Menurut Ir Talifuddin upaya yang dilakukan Dinas Pertanian yati dengan menghimbau kepada petani yang ada di Desa Marente untuk menggantikan tanaman padi dengan palawija.
Perlu diketahui juga ada beberapa kecamatan yang berpotensi kekeringan yaitu Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir, Plampang dan Lape. Adapun antisipasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian menginformasikan dan menyurati KUPT dan Unit Jasa Asintan (UPJA) yang di drop oleh Dinas Pertanian sepeti traktor, pompa air dan alat pertanian lainnya, agar dapat dimanfaatkan apabilah terjadi kekeringan di wilayah tersebut,
“UPJA diharapkan bisa membantu daerah yang terdampak dan kalau UPJA itu tidak bisa memenuhi kebutuhan karena luasnya lahan yang terdampak kekeringan maka Dinas Pertanian akan membantu secara langsung,” demikian Ir Talifuddin.