5 Fakta Terbaru Bentrokan di Lahan Tebu Indramayu: Anggota DPRD Jadi Tersangka

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut fakta terkini bentrokan di lahan tebu PG Jati Tujuh di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Majalengka.

    Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan dua massa terjadi pada Senin (10/4/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

    Kelompok yang terlibat berasal dari petani yang tergabung dalam kemitraan PG Jati Tujuh.

    Mereka yang diserang adalah kelompok masyarakat dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (Kamis-Kamis).

    Baca juga: Himbauan Warga Serang Petani di Ladang Tebu, Taryadi Anggota DPRD Indramayu Ditangkap Polisi

    Akibatnya, dua petani tebu dari kemitraan PG Jati Tujuh tewas.

    Polisi juga telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini.

    Seberapa lengkap informasi dalam kasus ini? Berikut fakta yang dirangkum dari TribunCirebon.com, Rabu (6/10/2021):

    1. Anggota DPRD Indramayu jadi tersangka

    Konferensi pers pengungkapan tragedi berdarah di ladang tebu PG Jati Tujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka di Mapolres Indramayu, Rabu (6/10/2021). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

    Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengatakan tujuh tersangka berasal dari anggota F-Kamis.

    “Penetapan tersangka setelah kami periksa sebanyak 26 saksi,” katanya.



    https://www.tribunnews.com/regional/2021/10/07/5-fakta-terbaru-bentrokan-di-lahan-tebu-indramayu-anggota-dprd-jadi-tersangka