6 Negara Arab Yang Mengizinkan Sholat Tarawih Di Masjid

    Sejumlah negara Arab membuka sholat tarawih tahun ini

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Enam negara Arab akan mengizinkan warganya untuk menunaikan shalat Tarawih di masjid selama bulan suci Ramadhan dan tiga negara lainnya melarang kebijakan tersebut.

    Enam negara yang mengizinkannya adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Irak, Mesir, dan Aljazair. Tidak hanya sholat tarawih, keenam negara tersebut juga memperbolehkan sholat lima waktu dan khutbah Jumat di masjid selama Ramadan.

    Sholat tentunya mengikuti protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan waktu yang terbatas. Sedangkan tiga negara yang melarang shalat di masjid adalah Qatar, Oman dan Yordania. Ramadhan diperkirakan akan dimulai pada 13 April hingga 12 Mei.

    Dilaporkan Agensi AnadoluPada Jumat (9/4), otoritas Arab Saudi mengumumkan pada 28 Maret bahwa masjid akan dibuka untuk semua shalat termasuk tarawih dan pembagian makanan saat berbuka puasa di Masjidil Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah. Yang diperbolehkan adalah warga negara yang mendapat izin dari aplikasi I’tarmana.

    Sedangkan jam malam parsial di Kuwait akan diberlakukan pada bulan Ramadhan, mulai pukul 19.00 waktu setempat. Pelaksanaan tarawih dilaksanakan di masjid yang telah diatur jaraknya.

    Otoritas Umum untuk Urusan dan Wakaf Islam Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa pada 17 Maret, sholat Isya dan Tarawih dibatasi hingga 30 menit. Halaman masjid dilarang untuk melakukan kegiatan buka puasa. Selain itu, terkait aturan sepuluh hari terakhir, pihak berwenang akan segera mengumumkannya.

    Kementerian Kesehatan Irak mengumumkan pada 4 April bahwa mereka tidak berniat mengambil tindakan baru selama Ramadan. Artinya mereka mengizinkan sholat di masjid. Di Mesir, masjid hanya mengizinkan sholat termasuk khutbah Jumat dan sholat tarawih berdasarkan pernyataan pada 1 April oleh Kementerian Wakaf.

    Masjid-masjid di Aljazair akan dibuka untuk sholat lima waktu dan sholat tarawih tidak lebih dari 30 menit. Selain itu, selama Ramadhan, jam malam akan berlanjut di sembilan dari 58 provinsi antara pukul 23.00 dan 16.00 waktu setempat.

    Dewan Menteri Qatar memutuskan pada 7 April untuk terus membuka masjid untuk salat Jumat di bulan Ramadhan. Namun, hal itu tidak berlaku sama untuk shalat Tarawih. Pihak berwenang mengatakan sholat Tarawih dilakukan di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Jumlah pegawai akan dikurangi di instansi pemerintah dan di sektor swasta menjadi 50 persen. Langkah-langkah lain juga diambil, seperti mencegah pertemuan sosial dan kunjungan sosial serta menutup pasar umum pada hari Jumat dan Sabtu.

    Di Oman, pihak berwenang mengumumkan pada 5 April larangan aktivitas komersial dan memberlakukan jam malam dari jam 9 malam hingga 4 pagi waktu setempat selama Ramadan. Keputusan tersebut juga melarang penyelenggaraan sholat tarawih di masjid dan semua pertemuan sosial, olah raga, budaya dan kegiatan kelompok lainnya.

    Pemerintah Yordania memutuskan pada 28 Maret untuk melarang semua kegiatan sholat diadakan di masjid. Jam malam berlanjut pada hari Jumat. n Meiliza Laveda

    Sumber: anadolu




    Source