6 Terpidana Kasus Shabu 402 Kg Lolos dari Hukuman Mati, Sahroni Desak KY dan MA Selidiki Putusan Hakim

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tinggi (PT) Bandung baru-baru ini membatalkan hukuman mati bagi enam orang terpidana kasus sabu seberat 402 kilogram di Cibadak, Sukabumi.

    Bahwa pada sidang sebelumnya di PN Cibadak, para tersangka yang merupakan warga negara asing dan merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional sudah divonis hukuman mati.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan kritiknya terhadap putusan hakim di PT Bandung.

    Menurutnya, keputusan ini kontraproduktif dengan upaya polisi memberantas narkoba dan menindak tegas para pengedar.

    Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Bojonggede, Bungkus Ganja di Kertas Beras

    “Keputusan ini tentu melukai rasa keadilan kita. Saya sedih dengan keputusan itu. Karena ketika polisi berusaha keras memberantas narkoba, tetapi di tingkat pengadilan, hukuman bagi para pengedar ini justru diringankan. Padahal hakim dan jaksa Harusnya prinsipnya sama, menghancurkan kota-kota besar. Jadi, hukuman mati sudah tepat,” kata Sahroni dalam keterangannya, Minggu (27/6/2021).

    Sahroni juga meminta Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengusut lebih lanjut terkait majelis hakim yang menjatuhkan putusan ini.

    Sebab, Sahroni menilai keputusan itu janggal.

    “Saya ingin ada penyidikan di balik putusan PT. Karena putusan ini jelas tidak masuk akal. Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung perlu mengusut dan mengerahkan tim khusus untuk memeriksa hakim dan putusan hakimnya dalam kasus ini. ,” pungkasnya.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/27/6-terpidana-kasus-sabu-402-kg-lolos-dari-hukuman-mati-sahroni-desak-ky-dan-ma-usut-putusan-hakim