8 Orang Meninggal Akibat Gempa Malang

16 Kabupaten dan Kota juga terkena dampak gempa Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat delapan orang meninggal akibat gempa yang terjadi di dekat Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sedangkan 16 kabupaten / kota dinyatakan mengalami dampak kerusakan.

“Hingga saat ini, delapan orang tewas di Jawa Timur akibat gempa ini,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati saat jumpa pers virtual di Jakarta, Minggu (11/4).

Dia mengatakan lima orang meninggal di Kabupaten Lumajang, dan tiga orang meninggal di Malang. Kebanyakan dari mereka meninggal akibat tertimpa material bangunan.

Selain itu, 39 orang luka-luka dan 642 rumah rusak berat, 845 rumah rusak sedang, 1.361 rumah rusak ringan, dan 179 fasilitas umum rusak. BNPB menyebutkan, gempa berkekuatan 6,1 skala Richter dengan episentrum atau episentrum yang terletak 90 kilometer sebelah selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, berdampak pada kerusakan dan korban jiwa di 16 kota / kabupaten.

Wilayah yang mengalami kerusakan dan korban jiwa adalah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, Blitar Trenggalek, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulungagung, Kota Batu, Nganjuk, Pacitan dan Bondowoso. Raditya menjelaskan gempa susulan telah terjadi delapan kali, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Guncangan terbesar dirasakan pada hari ini ketika gempa berkekuatan 5,3 terjadi di sekitar lokasi yang sama.

“Sore ini Kepala BNPB dari Kupang langsung menuju Malang, Jawa Timur, survey lokasi dan sudah bertemu dengan ibu Gubernur Jawa Timur, UPT dan Pemda setempat serta langsung menuju lokasi terdampak,” kata Raditya.

sumber: Antara




Source