831 Pondok Pesantren di Banten Percepat Digitalisasi dengan PorDi

    PorDi Infradigital membantu mendigitalkan institusi pendidikan dengan merapikan data

    REPUBLIKA.CO.ID, SERANG – Sebanyak 831 pesantren di FSPP Provinsi Banten (Forum Pondok Pesantren Silahturahmi) telah melaksanakan digitalisasi sistem pesantren bekerja sama dengan Infradigital, melalui produk IDN Network with Digital Portal (PorDi). PorDi dapat membantu mendigitalkan institusi pendidikan, mulai dari merapikan data yang kompatibel dengan EMIS dan Dapodik, membuat website institusi pendidikan, fitur donasi, dan fitur pengumuman. Terintegrasi dengan Aplikasi Mahasiswa yang dapat memfasilitasi komunikasi antara institusi pendidikan dengan orang tua / wali dan siswa.

    Muhammad Irvan selaku Vice President Sales Infradigital mengatakan kerjasama ini diawali dengan digitalisasi data pendukung EMIS untuk memudahkan pondok pesantren dalam mengelola, mengumpulkan data EMIS, membuat website interaktif untuk personal branding institusi pendidikan, memberikan pengumuman digital sebagai media komunikasi antara lembaga pendidikan dan orang tua siswa. santri, pengembangan ekonomi dan unit bisnis pesantren, serta aplikasi digital lainnya yang dibutuhkan oleh pesantren melalui PorDi.

    FSPP Provinsi Banten bersama Infradigital telah melakukan sosialisasi PorDi di enam kota dan kabupaten di Provinsi Banten, antara lain Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang. Kedepannya, pada tahun 2021, FSPP Provinsi Banten menargetkan seluruh anggota pondok pesantren dapat didigitalisasi. Lebih dari 4.000 pesantren akan menerapkan sistem digitalisasi mengikuti 831 pesantren lainnya.

    Kegiatan sosialisasi yang dilakukan berupa pelatihan digitalisasi data bagi pengelola pondok pesantren, khususnya pengelola pondok pesantren dalam rangka peningkatan literasi digital. “Digitalisasi pesantren ini luar biasa karena itu tujuan kita. Jadi bagaimana pesantren terhubung tidak hanya untuk kepentingan pendidikan, tapi juga untuk kepentingan pembangunan ekonomi,” ujar Fadlullah selaku Sekjen FSPP Banten.

    Lebih lanjut, digitalisasi ini juga dimaksudkan untuk mengimplementasikan UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren tentang 3 fungsi Pondok Pesantren yang memuat fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Fadlullah menjelaskan selama ini digitalisasi telah diterapkan pada aspek pendidikan, ia berharap dakwah juga bisa diterapkan.

    Kemudian digitalisasi pesantren juga dapat mengenalkan produk pesantren guna memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga digital marketing membantu mengembangkan pesantren dan ekonomi berbasis masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memfasilitasi pesantren di tengah era digitalisasi saat ini, sehingga lebih maju dan berkembang, serta terhubung satu sama lain.

    Hal ini menurut Fadlullah agar digitalisasi pesantren sebagai bagian dari masyarakat dan melalui pendekatan digital dapat memperluas dakwah, sekaligus meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga sebagai bentuk promosi kehidupan beragama Indonesia yang ramah.




    Source