99% Tabung APAR Tidak Pernah Digunakan oleh SKPD Di KSB

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Dari hasil Sidak yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemda KSB, 99% dilaporkan tidak pernah menggantikan atau menggunakan perangkat Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau yang biasa di sebut tabung APAR,.
Menurut Kabid Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Makasau AMd,Kep.
Tabung APAR atau alat pemadam kebakaran yang telah tersedia di masing masing SKPD tersebut harus memenuhi standar.
Konon tabung APAR disepanjang SKPD yang dikunjungi, hanya dijadikan pajangan. Rata rata tabung APAR tersebut, telah kadaluwarsa alias zat di dalam tabung tersebut telah membeku setelah melewati masa 6 bulan. “Ketentuannya, per 6 bulan sekali isi tabung APAR harus diganti,” ujarnya. Namun, dari permasalahan yang ditemui di lapangan, ternyata oleh pegawai di masing masing SKPD tersebut, mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikan tabung APAR tersebut. “Karena tidak tau cara menggunakan, akhirnya jadi pajangan hampir di semua SKPD,” tandasnya.
Salah satu follow up Dinas Damkar KSB, tambahnya, untuk awal tahun 2019 mendatang pihaknya akan mengumpulkan pegawai masing masing SKPD tersebut, untuk dilatih teknis penggunaan tabung APAR yang selama ini sama sekali tak bisa dioperasikan oleh SKPD terkait, lantaran tidak mengetahui cara penggunaan nya.
Sedangkan APAR ini penting untuk pencegahan dini, jika terjadi emergency seperti kebakaran. Selain ketidak tahuan cara menggunakan APAR di SKPD yang di Sidak, tampak kabel kabel jaringan listrik yang digunakan banyak yang berserabut. “Harusnya gunakan kabel yang berstandar dan aman, kalau tidak sesuai standar bisa memicu potensi terjadinya korsleting atau arus pendek,” terang Makasau.
Tabung APAR ini dinilai sangat penting keberadaannya, lantaran disetiap SKPD terdapat banyak dokumen penting yang harus terselamatkan, jika sampai terjadi kebakaran. “Namanya ancaman kebakaran itu selalu ada di mana-mana dan kapan saja. Mungkin kejadiannya jarang sekali terjadi, akan tetapi sekali terjadi banyak dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.
Demikian pula kkegiatan nspeksi di laksanakan pada seluruh kantor/gedung pemerintahan atau gedung perusahaan yang ada di Sumbawa Barat.
Pelaksanaan inspeksi di laksakan setiap per-Enam bulan bertujuan agar penyedian Apar pada kantor dapat di lakukan pemeliharaan sekaligus memberikan sosialisasi terhadap pengunaan dan kegunaan alat pemadam tersebut.
Di beberapa tempat, tim menemukan Alat pemadam tersebut sudah tidak dapat di gunakan bahkan ada kantor yang tidak mengetahui bagaimana memfungsikannya sehingga isi di dalam tabung menjadi beku. “Hal-hal inilah yang harus perlu diperhatikan. Minimal dalam satu dinas atau perusahaan memiliki satu pegawai tekhnis pengunaan dan perawatan,” demikian Makasau.