Ada Gangguan Atmosfer, Curah Hujan di Ciayumajakuning Naik

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Curah hujan di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) meningkat dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang.

Peramal cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, seringnya hujan dalam beberapa hari terakhir disebabkan gangguan atmosfer sementara.

Gangguan tersebut berupa perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa Barat. Hal ini juga didukung oleh kondisi kelembaban udara yang tinggi dan suhu permukaan laut yang hangat di perairan utara Jawa Barat.

“Sehingga mendukung tumbuhnya awan hujan yang signifikan sehingga dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan yang hampir merata di Jawa Barat dan di Pulau Jawa,” ujar pria yang akrab disapa Faiz ini kepada Republika.co.id, Minggu (20/6).

Faiz menambahkan, hujan yang sering turun masih berpotensi berlanjut hingga tiga hari ke depan. Sedangkan intensitasnya bervariasi, dari ringan hingga berat.

”Bisa juga disertai petir dan angin kencang. Masyarakat harus waspada,” kata Faiz.

Faiz menuturkan, dalam tiga hari terakhir, di kawasan Ciayumajakuning hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Untuk curah hujan ringan, rata-rata 1 – 20 mm per hari. Sedangkan curah hujan rata-rata 20-50 mm per hari.

Faiz menambahkan, definisi musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Menurutnya, curah hujan masih ada dengan jumlah curah hujan di bawah 150 mm per bulan.

Khusus untuk Kabupaten Indramayu, prakiraan besaran curah hujan bulanan pada bulan Juni adalah 50 – 100 mm per bulan, 20 Juli – 50 mm per bulan dan Agustus 0 – 20 mm per bulan. Adapun prakiraan hujan bulanan, Juni ini masih normal, Juli di bawah normal dan Agustus di bawah normal – di atas normal.

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus,” kata Faiz.

https://repjabar.republika.co.id/berita/quzsmk368/ada-gangguan-atmosfer-curah-hujan-di-ciayumajakuning-naik