Ada Vaksinasi Berbayar, Gerindra: Tingkatkan Penderitaan Rakyat

    Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Kamrussamad, mempertanyakan adanya vaksinasi berbayar melalui perusahaan farmasi milik negara PT Kimia Farma.

    Ia mengingatkan bahwa dalam UUD 1945 negara berkewajiban melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

    Baca juga: CARA Download dan Cek Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Akses caringlindungi.id

    Ia menegaskan, program vaksinasi harus dilakukan secara gratis tanpa menambah beban masyarakat.

    “Program Presiden Joko Widodo untuk percepatan vaksinasi gratis di seluruh pelosok nusantara harus didukung oleh seluruh jajaran asistennya,” katanya kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).

    Anggota Komisi XI DPR RI itu mengungkapkan akan mempertanyakan vaksin berbayar itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

    Baca juga: Danrem 051/Wkt: Sukseskan Program Vaksinasi di DKI Jakarta

    Khusus untuk penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    “Kami akan menanyakan kepada Menteri Keuangan tentang penggunaan APBN 2021 senilai Rp 97 triliun untuk kesehatan, termasuk untuk membeli vaksin,” ujarnya.

    Kamrussamad juga mempertanyakan apakah ini cara pemerintah melakukan penghematan biaya kesehatan atau menekan rakyat.

    Baca juga: Kapolres Metro Perintahkan Data Warga Door to Door untuk Vaksinasi

    Pasalnya, keputusan untuk mengkomersialkan vaksin berbanding terbalik dengan upaya percepatan vaksinasi gratis di seluruh pelosok tanah air.

    “Apakah ini keputusan terbaru untuk menghemat biaya kesehatan atau untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap penderitaan masyarakat. Apakah ini tepat?,” pungkasnya.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/11/ada-vaksinasi-berbayar-gerindra-meningkatkan-penderitaan-rakyat