Ade Tambah Porsi Bonus Produksi Warga dari PLTP Salak

    REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG — Bupati Bogor Ade Yasin menambah porsi bonus produksi bagi warga di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berlokasi di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    “Komposisi bonus produksi zaman sebelum saya 60 persen pemerintah daerah. Ini saya kembalikan, 70 persen untuk masyarakat, 30 persen untuk pemerintah daerah. Tapi yang 30 persen justru turun ke desa,” kata Ade Yasin.

    Ia mengaku telah menetapkan perubahan komposisi bonus produksi melalui Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2021 yang menetapkan 70 persen dialokasikan untuk desa-desa yang menjadi wilayah kerja panas bumi dari Star Energy Geothermal Salak (SEGS) berupa dana pendampingan. Kemudian 30 persen dialokasikan untuk pemerintah desa.

    Sementara itu, Manajer PGPA Star Energy Geothermal Salak, Nungki Nur Sasongko di tempat yang sama mengapresiasi langkah Bupati Bogor yang mengubah komposisi bonus produksi menjadi lebih dominan bagi warga. Dia meminta Bupati Bogor mengawasi aliran distribusi ke desa-desa.

    “Terima kasih bupati. Kami berharap monitoring (pembagian bonus produksi) bisa dibantu,” kata Nungki.

    Menurut dia, SEGS saat ini sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi energi listriknya menjadi 390 Megawatt (MW). Pasalnya, dengan sumur panas bumi yang ada, SEGS hanya mampu menghasilkan listrik sebesar 377 MW.

    Upaya peningkatan kapasitas produksi dilakukan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Biner yang diperkirakan selesai 18 bulan dengan melibatkan masyarakat sekitar PLTP Salak.

    Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Biner di Salak menggunakan teknologi brine heat recovery dengan mengoptimalkan produksi energi listrik dari panas yang masih ada di dalam brine (air sisa dari proses produksi), sehingga energi panas di dalam brine tetap dapat dimanfaatkan. Nungki mengatakan, di era digital, kebutuhan listrik akan semakin meningkat.

    Maka dalam FGD yang digelar Kelompok Wartawan (Pokwan) Kabupaten Bogor itu ia memastikan SEGS berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional.

    Dalam FGD bertajuk “Uji Coba Pancakarsa Memulihkan Perekonomian di Tengah Pandemi” terungkap adanya sejumlah pembatasan kegiatan selama pandemi COVID-19 mengakibatkan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dari 5,85 persen pada 2019, menjadi -1,17 persen pada tahun 2020.

    Kondisi ini mengakibatkan lonjakan angka pengangguran dari 9,06 persen pada 2019, menjadi 14,29 persen pada 2020. Hal ini dikarenakan 9.023 orang dari berbagai perusahaan terpaksa di-PHK dan 577 orang lainnya di-PHK sejak Januari hingga akhir Mei. 2020. Angka kemiskinan di Kabupaten Bogor juga meningkat, dari 9,06 persen pada 2019 menjadi 14,2 persen pada 2020.

    https://repjabar.republika.co.id/berita/qz5v1m330/ade-naikkan-porsi-bonus-produksi-untuk-warga-dari-pltp-salak