Ahli Epidemiologi Meminta Pemerintah untuk Fokus pada Vaksinasi Lansia

    Partisipasi lansia di negara penerima vaksin ini masih rendah.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani meminta pemerintah fokus pada vaksinasi Covid-19 bagi lansia. Pasalnya, partisipasi lansia di negara penerima vaksin ini masih rendah.

    “Tentunya kelompok lanjut usia harus mendapat fokus dari pemerintah untuk vaksinasi,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (7/4).

    Dia mengakui, partisipasi kelompok penerima vaksin Covid-19 ini masih rendah. Ia juga meminta pemerintah memastikan keamanan vaksin yang diberikan kepada lansia terjamin. Menurut dia, memang tindak lanjut pasca imunisasi (KIPI) tidak selalu terkait dengan vaksinasi, tetapi perlu diteliti.

    “Nah, informasi tentang ini harus transparan diberikan kepada masyarakat. Sebab, rendahnya partisipasi lansia juga dipengaruhi oleh informasi terkait KIPI,” ujarnya.

    Berkaca pada negara lain, Inggris dan Israel telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk kelompok sasaran lansia. Alhasil, angka penularan virus hingga meninggal di kedua tempat tersebut menurun secara signifikan.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam / Dokter Vaksin Dirga Sakti Rambe mencontohkan data bahwa 80 persen lansia yang tinggal di dua tempat, yakni Inggris dan Israel telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    “Faktanya, angka kematian di Inggris dan Israel turun 30 persen dan penularannya turun 50 persen. Kita di Indonesia juga bisa,” ujarnya saat konferensi virtual bertema Tugas Mulia Mengelola Lansia, Selasa ( 6/4).

    Berdasarkan data vaksinasi Covid-19 dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 6 April 2021 pukul 18.00 WIB yang dihimpun Republika, partisipasi lansia terlihat masih rendah. Hal ini terlihat dari 21.553.118 kelompok sasaran lansia yang sudah divaksinasi masih di bawah 10 persen.

    Rincian kelompok senja yang mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.813.087 atau 8,41 persen, kemudian lansia yang mendapat dosis kedua sebanyak 400.533 orang atau 1,86 persen. Jumlah lansia di Indonesia yang mendapatkan vaksin Covid-19 lebih sedikit jika dibandingkan dengan petugas pelayanan publik yang berjumlah 17.327.169 kelompok sasaran.

    Pejabat masyarakat yang mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 5.763.219 atau 33,26 persen dan dosis vaksinasi kedua 2.730.226 atau 15,76 persen. N




    Source