Ahli: PPKM Mikro tidak mengurangi cluster settlement

Yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan penelusuran dari pintu ke pintu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan PPKM Mikro tidak berpengaruh pada pengurangan cluster Covid-19 di kawasan pemukiman. Menurutnya, yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan menelusuri dari rumah ke rumah.

“Cluster Covid-19 di kawasan pemukiman sudah menyebar sangat cepat. Makanya 3T diperkuat. Lakukan menelusuri dari rumah ke rumah. Hal ini dikarenakan warga jika sedang sakit tidak langsung ke rumah sakit melainkan di rumah. Ini bahaya tidak mengecek kondisi jenazah dan akhirnya menyebar ke seluruh pemukiman, ”ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (26/5).

Kemudian, lanjutnya, banyak masyarakat di Indonesia yang tidak terdeteksi atau terkena virus Covid-19. Padahal, kata dia, PPKM Mikro ini tidak berpengaruh besar dalam meredam penyebaran Covid-19.

“80 persen masyarakat di Indonesia sering pulang ke rumahnya setelah berobat ke rumah sakit. Mereka tidak dirawat secara intensif dan sembuh total. Hal inilah yang membuat penyebaran lebih cepat di permukiman. Oleh karena itu, pemerintah harus memeriksa rumah yang sudah diswab itu. rumah, mereka terdata. “Dengan begitu, penyebaran virus Covid-19 akan berkurang,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui ada satu kawasan Rukun Tetangga (RT) di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang berlaku kuncitara atau penguncian wilayah skala mikro. Pasalnya, 13 warga positif terjangkit Covid-19 yang diduga tertular usai mudik dan halalbihalal.

Kawasan pemukiman yang menerapkan lockdown lokal adalah RT4 / RW2, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa. “Di lingkungan itu banyak cluster, dari cluster pulang kampung dan cluster halal bihalal harus kita kunci,” kata pengurus RW4 Ferni di Jakarta, Senin.

Ferni menuturkan, dari 13 warga sekitar yang dipastikan positif Covid-19, empat di antaranya adalah anak-anak. Dari 13 warga tersebut, sebanyak enam orang dirawat di rumah sakit dan tujuh lainnya menjalani isolasi mandiri.

Dua dari 13 warga tersebut, lanjutnya, merupakan warga yang dipastikan positif Covid-19 setelah kembali ke Jakarta. Sementara itu, suasana permukiman warga di RT4 / RW2 Srengseng Sawah, Jagakarsa, terlihat sepi dari aktivitas warga sejak melaksanakan lockdown mulai Minggu (23/5).



https://www.republika.co.id/berita/qtq41l409/ahli-ppkm-mikro-tak-buat-klaster-permukiman-berkurang