Akankah Kekebalan Terpengaruh Saat Vaksinasi Saat Puasa?

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Proses vaksinasi Covid-19 masih berlangsung secara bertahap untuk seluruh lapisan masyarakat. Namun memasuki bulan puasa, apakah ada efek khusus proses vaksinasi terhadap kekebalan tubuh seseorang?

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Primaya Bekasi Utara, Kathi Swaputri Kancana, menyatakan tidak ada perbedaan kondisi kekebalan pasca vaksinasi saat bulan puasa maupun saat tidak puasa. Padahal, puasa meningkatkan kekebalan tubuh.

    Kathi menjelaskan hal tersebut didukung dengan pola makan yang teratur pada masyarakat yang berpuasa subuh dan berbuka puasa. Karenanya, penerapan vaksinasi Covid-19 tetap diperbolehkan meski sudah berpuasa.

    Ia mengutip pendapat ahli dari kepala laboratorium Universitas Fakeeh, Dubai, Paalat Menon. Menurut Menon, selama berpuasa, respon imun meningkat dua kali lipat. Pasalnya, setelah 12 jam pasca puasa, makrofag di sistem imun bekerja lebih cepat untuk membersihkan sel-sel mati di dalam tubuh.

    “Proses ini dinamakan autophagy, dimana sistem kekebalan tubuh kita menjadi lebih sensitif. Itu pula mengapa puasa sangat baik untuk penderita diabetes, TBC dan penyakit metabolik lainnya,” kata Kathi melalui siaran pers yang diterima Primaya Hospital Group. Republika.co.id, Selasa (13/4).

    Pada dasarnya, Kathi menegaskan tidak ada dampak atau efek khusus dari vaksinasi Covid-19 saat berpuasa. Setelah divaksinasi, tubuh mulai merespons dengan membentuk antibodi yang dicapai maksimal 28 hari setelah dosis kedua.

    Dalam beberapa kasus, ada reaksi seperti nyeri di tempat suntikan yang akan hilang sekitar dua hari setelah vaksinasi. Sedangkan reaksi lain seperti kelelahan merupakan respon tubuh untuk membentuk antibodi.

    Mendapat vaksinasi Covid-19 atau tidak, selama bulan puasa Kathi menyarankan umat Islam untuk menjaga pola makan yang baik. Ia menyebut sangat penting menjaga daya tahan tubuh.

    “Karbohidrat dan protein sebagai sumber energi tentunya wajib kita konsumsi selama bulan puasa. Asupan vitamin, termasuk vitamin D, juga bisa membantu menjaga daya tahan tubuh selama pandemi di bulan Ramadhan ini,” kata Kathi.

    Kepala Rumah Sakit Primaya Covid-19 Bekasi Barat, Yoana Periskila mengingatkan, sebelum jadwal vaksinasi, peserta harus dalam kondisi kesehatan yang stabil, istirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi dengan dosis yang cukup untuk tubuh. Partisipan juga tidak mengalami demam, sesak napas, batuk, dan penyakit penyerta.

    Usai vaksinasi Covid-19, peserta diajak istirahat dan melakukan aktivitas ringan. Jika ada yang merasa lemas saat berpuasa dan mendapat vaksinasi Covid-19, peserta harus segera istirahat.

    “Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk selalu memperhatikan kondisi fisik tubuh sebelum vaksinasi Covid-19, baik puasa maupun tidak puasa,” kata Yoana.

    Rachmat Latief, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Infeksi Tropis RS Primaya Makassar, mengatakan hal senada, puasa bukan menjadi penghalang dalam pemberian vaksinasi Covid-19.

    Kontinuitas imunitas imunitas vaksin Covid-19 pun sama, baik sebelum puasa maupun saat puasa. Khusus untuk lansia (lansia), pembentukan antibodi akan tetap terbentuk walaupun tidak secepat pada orang muda.

    Oleh karena itu pemberian vaksin Covid-19 kepada lansia harus diberi jarak 28 hari agar tubuh berpeluang membentuk antibodi. Sehingga pada hari ke 28, jenazah akan diberikan pendorong sekali lagi dengan vaksin dosis kedua.

    Pemberian vaksin Covid-19 baik puasa maupun tidak puasa, kata Rachmat, tetap harus memperhatikan kontraindikasi. Misalnya, apakah seseorang memiliki penyakit penyerta atau tidak.

    Khusus lansia perlu ditekankan apakah sudah memenuhi penilaian skor RAPUH (resistensi, aktivitas, penyakit lebih dari 4 hari, upaya berjalan, dan penurunan berat badan). Selain itu, harus dibedakan apakah penerima vaksin yang merasakan efek lemas, memang karena puasa atau karena alasan lain.

    “Kondisi tubuh yang lemah saat berpuasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa dari pagi hingga siang hari, setelah itu tubuh akan mengolah kadar glukosa yang cukup dalam darah dengan cara mengambil cadangan glukosa dalam tubuh. Hal ini sama sekali tidak berdampak pada pasca. Injeksi vaksin -Covid-19. ”Kata Rachmat.


    Source