Aktivis Hong Kong Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Konspirasi

    Aktivis Andy Li dinyatakan bersalah atas konspirasi untuk berkonspirasi dengan orang asing

    REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG – Seorang aktivis pro-demokrasi Hong Kong, yang sebelumnya ditahan di China daratan setelah mencoba melarikan diri dengan perahu, dinyatakan bersalah berkonspirasi dengan negara asing dalam kasus keamanan nasional. Aktivis Hong Kong itu bernama Andy Li.

    Dia termasuk di antara sekelompok 12 orang yang dicegat oleh otoritas Tiongkok daratan pada Agustus 2020 di atas kapal yang diyakini sedang dalam perjalanan ke Taiwan. Kasus tersebut menarik perhatian dan keprihatinan internasional atas perlakuan terhadap aktivis Hong Kong di China.

    Pengadilan mendengar bahwa Li, 31, diinstruksikan oleh taipan media dan kritikus terkemuka China Jimmy Lai untuk membantu melobi sanksi terhadap Hong Kong dan China. Jimmy Lai dipenjara atas tuduhan berkumpul secara ilegal. Dia juga menghadapi kasus pengadilan keamanan nasional.

    Hakim Pengadilan Tinggi Alex Lee menghukum Andy Li, yang akan tetap ditahan, karena bersekongkol untuk melakukan upaya pemberontakan melawan negara (subversi). Kasus Li ditunda hingga 3 Januari 2022 dan tidak jelas kapan Li akan dijatuhi hukuman.

    “Saya setuju dan saya ingin meminta maaf,” kata Li kepada pengadilan.

    Li, yang belum berbicara secara terbuka tentang penahanannya di China dan ditahan setelah kembali ke Hong Kong, telah mengaku bersalah atas tuduhan tersebut. Chan Tsz-wah, 29, seorang ajudan pengacara yang menghadapi tuduhan konspirasi serupa dalam kasus yang sama, juga mengaku bersalah dan dinyatakan bersalah Kamis.

    Dia akan kembali ke pengadilan pada Januari tahun depan. Kasus Tsz-wah tidak termasuk di antara 12 aktivis yang ditangkap di kapal.

    sumber: Reuters



    https://www.republika.co.id/berita/qy2vsw459/aktivis-hong-kong-dinyatakan-bersalah-dalam-kasus-konspirasi