Aktivis Uighur di Washington mengadakan demonstrasi pada hari ulang tahun China

    Aktivis menyerukan China untuk mengakhiri kekerasan terhadap minoritas Uighur.

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Sekelompok warga Uighur berkumpul di depan Lincoln Memorial, Washington, Amerika Serikat pada Jumat (1/10) untuk menuntut China mengakhiri tindakan kejinya terhadap minoritas Muslim Uighur. Lebih dari 100 aktivis, mengenakan kemeja hitam, berbaris di area peringatan.

    Di antara mereka adalah anggota Kongres Republik Vicky Hartzler dari Missouri, anggota Kongres Demokrat Tom Suozzi dari New York, Rabi Jack Moline dan Nury Turkel, wakil ketua Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF).

    Hartzler mengatakan perusahaan AS yang melakukan bisnis di China memiliki kewajiban etis dan moral untuk memindahkan rantai pasokan mereka keluar dari wilayah Uighur. Suozzi mengatakan dia mendukung 100 persen melawan genosida China. Selain itu, para aktivis juga menuntut diakhirinya perkemahan Uighur di Provinsi Xinjiang.

    Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya satu juta warga Uighur ditahan di kamp-kamp yang mereka sebut pusat pelatihan kejuruan. Komunitas internasional menyebut kamp-kamp tersebut sebagai kamp pendidikan ulang.

    Sebagaimana dilaporkan Agen Anadolu, Sabtu (2/10), China tidak memberikan informasi jumlah kamp di Xinjiang, jumlah orang yang ditahan, dan jumlah orang yang kembali ke kehidupan sosial.

    Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional lainnya mengulangi seruan agar kamp dibuka untuk diperiksa, China hanya mengizinkan beberapa pusat yang ditunjuk untuk dilihat sebagian oleh sejumlah kecil diplomat dan jurnalis asing.

    Beberapa negara menuduh China membersihkan etnis Uighur di Xinjiang. Namun, China membantah melakukan kesalahan dan menolak tuduhan genosida dan menganggapnya bohong.



    https://www.republika.co.id/berita/r0cfdl377/aktivis-uighur-di-washington-gelar-demo-di-hari-ultah-china