Alasan DKI Menerapkan Jam Malam di Zona Merah Covid RT

2.658 dari total 30.407 RT di Jakarta termasuk dalam kriteria zona merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan jam malam hingga pukul 20.00 WIB bagi RT yang masuk kriteria zona merah Covid-19. Pemberlakuan jam malam mengatur warga untuk tidak meninggalkan lingkungan guna mencegah penularan virus corona.

“Ya, artinya ada jam malam, artinya RT yang masuk kategori zona merah tidak boleh berkeliaran di luar rumah,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balaikota DKI Jakarta, Rabu. 21/4).

“Mohon diperhatikan, karena kami mendesak semaksimal mungkin agar penyebaran Covid bisa terus dikurangi, bahkan dihentikan,” imbuhnya.

Ariza menjelaskan, untuk membatasi akses masuk dan keluar warga dalam menerapkan jam malam, portal di setiap RT akan ditutup. Pelaksanaannya dilakukan dan diawasi oleh Satgas Covid di tingkat RT.

“Nanti yang mengatur Satgas Covid di tingkat RT akan lebih detailnya lagi detailnya agar bisa kita pastikan sesuai dengan arahan ketua PPKM Mikro sampai ke tingkat masyarakat terkecil yaitu di tingkat RT, “dia menjelaskan.

Ia juga mengungkapkan, saat ini 2.658 dari total 30.407 RT di seluruh wilayah Jakarta masuk kriteria zona merah. Ariza menjelaskan, di Jakarta Timur ada 210 RT, Jakarta Barat 634, Jakarta Utara 755, dan Jakarta Selatan 571 RT.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan kebijakan PPKM Mikro di ibu kota mulai 20 April hingga 3 Mei 2021. Dalam melaksanakan kebijakan tersebut, Anies juga membatasi akses warga di rukun tetangga (RT) yang masuk dalam kriteria zona merah Covid-19. dengan menerapkan jam malam maksimal sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Peraturan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 23 tahun 2021 tentang perpanjangan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis lingkungan tingkat mikro. Anies menandatangani Ingub pada 19 April 2021.

“Pembatasan keluar masuk kawasan Rukun Tetangga maksimal pukul 20.00 WIB,” kata Anies seperti dikutip dari Ingub, Rabu (21/4).

Anies menjelaskan, kriteria zona merah, yakni jika dalam satu RT terdapat lebih dari lima rumah dengan kasus positif Covid-19 selama tujuh hari terakhir. Selain menerapkan jam malam, ia menginstruksikan RT zona merah untuk menemukan kasus yang dicurigai dan pelacakan kontak dekat, melakukan isolasi independen atau terpusat dengan pengawasan.

sumber: Antara




Source