Alasan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak melakukan Live Streaming Pemeriksaan Saksi Rizieq

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menyiarkan langsung sidang Rizieq dengan agenda pemeriksaan saksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak menayangkan secara online sidang lanjutan Rizieq Shihab pada 12 dan 14 April mendatang. Sidang akan dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi dari penuntut umum (JPU).

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengungkapkan alasan persidangan tidak disiarkan secara online sehingga saksi yang dihadirkan tidak mendengarkan keterangan dan saling berkomunikasi. Sebab, ada kekhawatiran informasi yang disampaikan tidak jujur.

“Ada lebih dari 50 saksi, jadi minggu ini misalnya ada 10 saksi yang dihadirkan, kalau live streaming berarti masih ada 40 saksi lagi. Kalau siaran langsung bisa juga lihat apa yang ada di BAP, berikut keterangan dari saksi lainnya, ”jelas Alex kepada Republika.co.id, Sabtu (10/4).

Alex menegaskan, persidangan digelar untuk mencari kebenaran materiil. “Kami tidak punya praduga di sana (saksi mengubah pernyataan). (Sidang) Ini Baik untuk mencari kebenaran material. Minggu ini Baik saksi meringankan dari jaksa, ada juga saksi yang membebaskan terdakwa, kita tidak menayangkannya secara online agar masing-masing pihak tidakmelawan setiap pernyataan yang tersedia, “katanya.

Alex menambahkan, persidangan akan kembali digelar secara terbuka dengan agenda tuntutan, pembelaan dan putusan. Masyarakat yang ingin mengetahui jalannya persidangan bisa mendapatkannya melalui pemberitaan media massa.

Untuk itu, Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan memberikan akses bagi awak media untuk melakukan peliputan dari ruang lobi yang telah disediakan layar TV dengan kapasitas terbatas untuk mencegah keramaian. “Rekan media dipersilakan meliput lewat siaran TV di lobi, tapi dibatasi dan bergiliran. Teknisnya akan diatur oleh petugas pengadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyiarkan persidangan Rizieq Shihab secara online melalui Youtube, antara lain pada acara pembacaan dakwaan jaksa, eksepsi atau keberatan terdakwa serta agenda putusan sela oleh majelis hakim. Sedangkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari kejaksaan pada 12 April 2021 untuk perkara nomor 221, 222 terkait keramaian di Petamburan, Jakarta Pusat, dan perkara nomor 226 terkait keramaian di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor. Rencananya 10 saksi akan dihadirkan, termasuk mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan mantan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.




Source