Alasan Polisi Baru Menangkap Munarman Setelah 7 Hari Berstatus Tersangka

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aparat Polri membeberkan alasan baru penangkapan mantan Sekjen FPI Munarman setelah 7 hari ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, Munarman memang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 20 April 2021.

Sedangkan surat perintah penangkapan Munarman baru dikeluarkan pada 27 April 2021. Menurut dia, batas waktu tersebut merupakan syarat administrasi yang dibutuhkan oleh Polri.

Baca juga: PAN meminta polisi bersikap profesional dan transparan dalam menangani kasus Munarman

“Tentu ada hal yang harus dibutuhkan terkait administrasi dan operasional. Jadi yang salah adalah saat penyidik ​​melakukan penangkapan dan keesokan harinya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ahmad kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Dia menyampaikan penetapan tersangka juga dianggap sah karena penyidik ​​polisi sudah menyalinnya ke Kejaksaan Agung RI.

“Penetapan tersangka sudah diserahkan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Amnesty International: Polisi Harus Selidiki Dugaan Pelanggaran SOP Penangkapan Munarman

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, penyidik ​​Polri juga memiliki bukti yang cukup saat menetapkan Munarman sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana terorisme.

“Selain rekaman video, ada keterangan dari beberapa saksi. Nanti akan kami ceritakan lebih lanjut. Tentu akan kami sampaikan perkembangannya setiap hari,” jelasnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Jenderal FPI, Munarman, ditangkap tim antiteror Densus 88 Polri. Pengacara Muhammad Rizieq Shihab diduga terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Baca juga: Munarman Ditangkap Karena Diduga Terlibat Terorisme, PKS: Wajib Diselidiki Akuntabel




Source