Anak, Korban Asusila Dirujuk Ke Mataram

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Anak dari korban asusila 13 tahun lalu yang berada di Desa Jurumapin Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa, dirujuk ke Mataram belum lama ini. Hal itu disampaikan Sekertaris Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Fahriatul Amanda, ketika ditemui Gaung NTB, di kediamannya, Senin, (1/1).
Menurutnya, keberadaan anak tersebut diketahui pihaknya setelah mendapatkan laporan dari mahasiswa Unsa yang pernah melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di desa tersebut beberapa bulan lalu.
“Setelah kami menerima laporan dari mahasiswa tersebut, kami langsung mengecek keberadaan anak tersebut dan setelah dicek keadaanya sangat memprihatinkan” ujarnya.
Atul—Sapaan Akrab Fahriatul Amanda, menceritakan anak tersebut berinisial AS, lahir dari perbuatan asusila seorang bapak kepada anaknya, kemudian setelah kejadian tersebut menguak sang ayah yang menjadi pelaku menghilang entah ke mana dan tidak ada lagi kabar beritanya sampai saat ini, kemudian anak dari perbuatan tersebut sekarang ini berusia 13 tahun.
Untuk diketahui kata Atul, anak tersebut merupakan korban yang harus dirujuk guna dilakukan penanganan yang tepat untuk menyembuhkan mental anak tersebut.
Dalam proses rujukan anak tersebut menurut Atul, pihaknya banyak dibantu Karan Taruna Palowe Desa Jurumapin.
Sementara itu, Ketua Karan Taruna Palowe Desa Jurumapin, yang juga termasuk Fasilitator Desa Jurumapin dan Desa Kalabeso, Program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Buyung Maulana, yang ditemui Gaung NTB beberapa selang waktu, membenarkan hal tersebut.
Disampaikannya, memang kondisi anak tersebut sungguh memprihatinkan dan harus mendapatkan tempat atau posisi yang layak dalam hidupnya.
Menurutnya, anak tersebut masih waras, sikap dan perilakunya masih dapat berubah ketika dia mendapatkan tempat dan diakui orang lain terkait keberadaannya.