‘Aneh, orang dilarang mudik tapi pariwisata tetap buka’

    Pemerintah harus konsisten mengambil kebijakan karena kasus Covid-19 masih tinggi

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, mengatakan kebijakan pemerintah tetap membuka destinasi wisata di tengah kebijakan larangan mudik. Menurutnya, hal tersebut aneh dan akan membingungkan masyarakat.

    “Apa tujuan kebijakan ini? Kalau larangan mudik untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, kenapa destinasi wisata justru dibuka dan dibolehkan? Ini akan membuat orang bingung dan bandel untuk tetap mudik,” ujarnya. dalam pernyataan tertulis diterima. Republika, Rabu (14/4).

    Ia mengatakan, pemerintah harus konsisten dalam mengambil kebijakan karena saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Data hingga Minggu 11 April 2021, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.566.995 orang. Menurut dia, jika pemerintah memang ingin mengendalikan Covid-19, maka tempat wisata tidak boleh dibuka.

    “Aneh kalau orang dilarang mudik tapi wisata tetap buka. Yang pasti orang yang tidak pulang akan mengisi tempat wisata ini,” ujarnya.

    “Inikah yang diinginkan pemerintah untuk melihat keramaian warga di lokasi wisata? Padahal vaksinasi yang disebut-sebut sebagai game changer penanggulangan Covid-19 masih berjalan lambat,” ujarnya.

    Sebelumnya diketahui, Pemerintah memutuskan untuk meniadakan libur panjang mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah / 2021 M. Kebijakan ini dilakukan agar program vaksinasi Covid-19 dapat berjalan dengan optimal.

    “Sesuai arahan Presiden dan rapat koordinasi menteri terkait pada 23 Maret 2021 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Koordinasi PMK dan hasil konsultasi dengan Presiden, ditetapkan mudik tahun ini ditiadakan, kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Rapat Menteri di Hari Libur. Idul Fitri 1442 H online yang dipantau di Jakarta, Jumat (26/3).

    Perpres tersebut akan berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 untuk seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, pegawai swasta, dan pekerja mandiri. Harapannya, kata Muhadjir, dengan dihapusnya libur mudik, Program Vaksinasi Nasional bisa seperti yang diharapkan.

    Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno optimistis meski mudik Lebaran dihilangkan atau dilarang pemerintah, destinasi wisata di kawasan itu bakal dipenuhi warga. Karenanya, wisatawan diminta mempersiapkan diri dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.




    Source