Anggota BPK IV Amati Perkembangan Penyediaan Air Baku di Luar Pulau

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun melakukan kunjungan kerja ke Pulau Pisang di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Sabtu (10/4/2021).

    Kunjungan ini untuk memastikan rencana penyediaan air baku di pulau tersebut.

    Saat ini kondisi air baku dari sumur gali dan sumur bor belum bisa langsung dikonsumsi masyarakat.

    Hal ini dikarenakan kandungan kapur yang tinggi, sehingga perlu diendapkan kurang lebih selama 1 (satu) hari.

    “Program air baku ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di pulau terluar seperti Pulau Pisang. Dan ini juga sejalan dengan program pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pemerataan pembangunan luar, dalam dan terpencil,” katanya. kata Isma Yatun.

    Baca juga: Soal Dana Haji Untuk Investasi, Maruf Minta BPKH Tingkatkan Kerja Sama Internasional

    Dalam kunjungan tersebut, Isma Yatun didampingi oleh Komandan Yonif 7 Letkol (Mar) Budi Wijani, jajaran pejabat pemerintah daerah dan jajaran Kepala Pusat Sumber Daya Air Provinsi Lampung.

    Baca juga: BPK satu suara dengan KPK atas kasus Pelindo II yang menjerat RJ Lino

    Dalam kesempatan itu, Isma Yatun meminta pemerintah merealisasikan program penyediaan air baku di Pulau Pisang dengan alasan kebutuhan.

    “Konsep pemenuhan kebutuhan air baku telah dirancang oleh pemerintah agar dapat direalisasikan lebih cepat mengingat kondisi air baku saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

    Apalagi, imbuhnya, pertumbuhan penduduk di tahun-tahun mendatang akan terus meningkat sehingga pasokan air baku di Pulau Pisang harus dipercepat.

    Selain melakukan kunjungan kerja, Isma Yatun pada kesempatan itu memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di Pulau Pisang sekaligus berziarah ke makam leluhurnya.

    Mantan anggota DPR RI ini merupakan keponakan kandung dari Ketua MPR RI Muhammad Taufiq Kiemas yang lahir di Pulau Pisang dan ibunya, almarhum Hamzathoen Roesyda, juga berasal dari pulau ini.




    Source