Anggota Komisi V DPR Minta Pemerintah Alihkan PSO untuk Bansos Pekerja Transportasi

Laporan Jurnalis Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mendesak pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) bagi pekerjaan sektor transportasi yang terkena pelarangan mudik.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini mengusulkan agar anggaran kewajiban pelayanan publik (PSO) atau subsidi di sektor transportasi dialihkan ke bansos khusus untuk pekerjaan angkutan umum.

“Larangan mudik dan larangan beroperasinya semua sektor transportasi dalam waktu lama tentu akan berdampak pada pekerja angkutan umum. Pemerintah tidak boleh mengalihkan tanggung jawab pencegahan Covid 19 kepada mereka, apalagi menyebabkan mereka kehilangan penghasilan. karena dilarang mudik. Sebagai solusinya berikan bansos kepada seluruh pekerja. Angkot. Bantu mereka untuk tetap merayakan Idul Fitri, ”kata Sigit, Sabtu (1/5/2021).

Untuk menutupi anggaran bantuan sosial bagi pekerja sektor transportasi, Sigit menyarankan agar pemerintah menggunakan anggaran PSO sektor transportasi yang dianggarkan dalam APBN 2021.

Menurut Sigit, total PSO sektor transportasi yang mencapai sekitar Rp. 6 triliun, bisa digunakan untuk membantu meringankan beban pekerja sektor transportasi akibat larangan mudik.

“Dalam APBN 2021, ada alokasi anggaran untuk PSO di semua sektor transportasi, bahkan anggaran subsidi multi modal di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) malah disiapkan. Dan anggarannya selalu naik, meski jumlahnya jumlah penumpang berkurang. Pasalnya jumlah penumpang otomatis turun drastis akibat larangan mudik tinggal alokasikan kembali anggaran PSO untuk bansos bagi pekerja sektor transportasi. Apalagi sejak tahun 2020 sudah banyak yang dipulangkan. Ini pasti akan banyak membantu mereka, “kata Sigit.

Seperti diketahui, dalam APBN 2021 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,142 triliun untuk sektor transportasi darat, Rp600 miliar untuk sektor transportasi udara, Rp3,4 triliun untuk sektor transportasi kereta api, dan Rp1,3 triliun untuk sektor multi-. moda subsidi KSPN.

Baca juga: Ini PO Bus Yang Diijinkan Pemerintah Beroperasi Saat Mudik Lebaran 2021

Sejak pandemi, BPS mencatat laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pengangkutan dan pergudangan mengalami kontraksi paling dalam dengan minus 15,04 persen sepanjang 2020.

Sektor transportasi yang paling terpukul oleh pandemi adalah maskapai penerbangan. Sektor ini turun cukup dalam yaitu minus 53,8 persen pada triwulan IV-2020 secara year on year (yoy).

Disusul angkutan kereta api minus 45,5 persen dan angkutan sungai dan penyeberangan minus 12,2 persen.




Source