Anggota KPAI akan Bertemu Anak Korban TPPO di Jakarta Utara

    Anak-anak korban TPPO dijajakan melalui aplikasi pesan online MiChat.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Mariyati akan menemui korban anak di bawah umur, AC (11), yang diselamatkan polisi dari tindak pidana perdagangan orang (TIP) di Gading Nias Tower Apartemen Emerald , Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    “Kami akan temui korban, karena ini sangat melukai hatinya,” kata Ai saat ditemui di Mapolda Metro Jakarta Utara, Rabu (7/4).

    AC adalah siswi kelas 5 SD yang menjadi korban perdagangan orang oleh tersangka DF (27). Ia dijajakan dengan tarif Rp. 450 ribu oleh tersangka melalui aplikasi pesan online MiChat.

    Ai yang tergabung dalam KPAI Bidang Perdagangan dan Eksploitasi Anak itu mendesak polisi untuk mengungkap siapa pembeli bocah lelaki itu. “Kami mendorong polisi untuk mengungkap siapa pembeli anak ini? Itu masih tindak pidana,” kata Ai.

    Ai menambahkan, KPAI mengapresiasi polisi karena telah menggagalkan rencana tersangka sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan terhadap korban. Polres Kelapa Gading Bareskrim Polres Kelapa Gading pimpinan AKP M Fajar menangkap pelaku di Apartemen Gading Nias Residence, Emerald Tower.

    “Ini salah satu bentuk tindakan yang kami hargai. Saya prihatin dan tentunya sangat diperhatikan KPAI karena anak-anak kelas V SD itu tidak bisa kita bayangkan, sudah tergabung dalam jaringan sindikat tindak pidana trafiking,” kata Ai.

    Dari pengakuan tersangka hingga penyidik ​​terlihat bagaimana upayanya menjerat para korban yang dinilai tidak mampu berfikir secara matang dan ekonomis dapat dikatakan dalam kondisi rawan karena kebutuhan yang mendesak dan lain sebagainya.

    “Menurut saya tipologi ini sangat sesuai dengan aturan kita dalam UU Pidana Perdagangan Manusia,” kata Ai.

    Karena itu, ia berharap kasus ini bisa menjadi perhatian semua pihak karena sangat menggugah hati nurani siapa pun. “Saya yakin di sinilah hukum akan berdiri tegak sesuai dengan kapasitas yang diatur dalam undang-undang ini,” ujarnya.

    Ai pun mendorong Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan untuk memprioritaskan rehabilitasi AC yang tepat hingga pulih dari trauma yang mungkin timbul. “Karena anak-anak SD kelas V menurut saya perlu dukungan penuh dan optimalisasi pemantauan terhadap korban untuk mendapatkan pemulihan setelah ini,” kata Ai.

    KPAI juga menyoroti peran orang tua korban dalam kasus tersebut dan untuk itu menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari Tim Penyidik ​​(TP) Satuan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara. Ini selalu didahului dengan tipologi pendidikan anak usia dini, ”kata Ai.

    sumber: Antara




    Source