ANGKUT BBM BERSUBSIDI OKNUM SOPIR DITANGKAP POLISI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Lelaki swasta berinitial SH (28) yang beralamat di Dusun Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes Sumbawa yang berprofesi sebagai sopir dump truck angkutan dibuat tak berkutik oleh sejumlah aparat Kepolisian Daerah (Polda) NTB dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan, saat yang bersangkutan kedapatan membeli, membawa, mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bersusidi jenis solar tanpa dilengkapi dengan izin dari pihak yang berwenang, sehingga tanpa ampun tersangka bersama sejumlah barang bukti diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Berkas perkara tahap kedua atas kasus tindak pidana migas yang melibatkan tersangka SH lelaki swasta asal Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes yang telah dinyatakan lengkap P21 itu sendiri Kamis (16/11) kemarin diserahterimakan penanganan dan pelimpahannya dari penyidik Reskrim Polda NTB kepada Tim Jaksa Penuntut Umum Kejati NTB disertai dengan pengiriman tersangka dan barang bukti, untuk kemudian karena Tempus Locul Delicti (TKP) maupun sejumlah saksi terkait berada diwilayah hukum Sumbawa, maka perkara migas tersebut dilimpahkan penanganan lanjutannya kepada tim JPU Kejari Sumbawa guna dapat ditindaklanjuti proses hukumnya ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar untuk disidangkan dan diadili sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Feddy Hantyo Nugroho SH didampingi koordinator tim JPU Kejati NTB Jaksa Wahyudiono SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya kemarin menjelaskan, pelimpahan dan penyerahan berkas perkara kasus migas disertai dengan pengiriman tersangka dan sejumlah barang bukti dari penyidik Polda NTB dan Kejati NTB ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, dimana untuk memudahkan proses penanganan selanjutnya tersangka ditahan Jaksa selama 20 hari kedepan, dan dalam waktu secepatnya setelah rencana dakwaannya tuntas maka perkara tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, ujarnya.
Kronologis kejadiannya sendiri terjadi ungkap Jaksa Wahyudiono SH, mengutip BAP yang dibuat penyidik Polda NTB itu, yakni tersangka SH telah dengan sengaja melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang bersubsidi Pemerintah berupa jenis minyak solar dan/atau pengangkutan tanpa izin usaha pengangkutan dan niaga yang dilakukan oleh tersangka pada hari Minggu 16 Jui 2017 lalu sekitar pukul 09.00 pagi Wita bertempat di TKP lokasi tambang galian batuan yang terletak dan berada di Dusun Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes, dimana perbuatannya itu dilakukan dengan cara membeli minyak solar bersubsidi di SPBU Karang Dima Kecamatan Labuan Badas milik UD Kebayoran Baru Persada yang beralamat di jalan raya Pamulung Karang Dima atas inisiatif sendiri dengan membeli BBM solar bersubsidi sebanyak 400 liter menggunakan 20 buah jerigen ukuran 20 liter yang diangkut dan membawanya menggunakan sebuah dump truck Nopol EA 8602 DZ warna kuning.
BBM solar bersubsidi itupun oleh tersangka langsung dibawa dan diangkut menuju kawasan Stone Crusher yang berada di Selang Kerekeh yang akan digunakan untuk BBM mesin genset crusher dan seumlah alat berat lainnya seperti excavator dan loader, namun tak menduga sejumlah anggota tim Buser Polda NTB yang telah mendapatkan informasi membuntutinya dan berhasil melakukan OTT saat pelaku menuangkan BBM solat dimaksud kedalam mesin genzet stone crusher, sehingga tanpa ampun tersangka bersama barang bukti sebuah truck dan puluhan jerigen BBM solar bersubsidi itupun diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatan tindak pidana migas yang dilakukan tersangka SH itu, dikenai dengan ancaman sejumlah pasal pidana berlapis melanggar Pasal 55 dan/atau pasal 53 huruf (b) dan (d) UU No 22 tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman pidana maksimal 4 – 6 tahun penjara dengan denda Rp 40 Miliar – Rp 60 Miliar.