Anies melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri di kantor

    Gubernur DKI Anies Baswedan meminta semua bisa menunaikan salat Idul Fitri di rumah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengeluarkan sejumlah ketentuan saat perayaan Idulfitri 1442 Hijriah di Wilayah Ibu Kota. Salah satunya Anies yang melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri di kantor.

    “Tidak ada kegiatan sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di kantor,” kata Anies di Balaikota Jakarta, Senin (10/5).

    Anies pun mengajak masyarakat untuk menunaikan salat Idul Fitri di rumahnya masing-masing. Namun, jika ingin mengikuti salat di luar rumah, ia berpesan kepada warga untuk datang ke lokasi yang telah ditentukan di tempat tinggal masing-masing.

    “Sebaiknya tidak pergi ke tempat yang jauh hanya untuk sholat Idul Fitri. Datanglah ke masjid setempat, di lapangan setempat, agar yang datang diketahui, kalau datang ke masjid setempat itu saja,” ujarnya.

    Anies menjelaskan, hal itu untuk menghindari penularan virus corona lintas wilayah. Sebab, menurutnya, jika Covid-19 menyebar setelah shalat Idul Fitri, upaya penelusuran akan lebih mudah dilakukan karena jemaah yang hadir di lokasi ibadah tersebut merupakan warga sekitar dan sudah saling kenal.

    “Kalau ada yang datang dari suatu tempat, ada yang datang dari kecamatan yang jauh, dari berbagai daerah. Kalau terjadi sesuatu akan sulit ditelusuri,” jelasnya.

    “Lokasi sholat Idul Fitri merupakan lokasi yang dikunjungi masyarakat sekitar. Ini untuk menghindari penularan lintas wilayah dan disarankan semua berada di lokasi yang sama (dengan tempat tinggal), baik di lapangan maupun di masjid, ”imbuhnya.

    Anies mengatakan, jemaah yang mengikuti shalat Idul Fitri di masjid itu terbatas. Ia mengatakan, kapasitas jemaah yang hadir hanya 50 persen.




    Source