Anies: Restoran beroperasi hingga pukul 21.00 WIB saat Lebaran

Jam operasional restoran dan restoran tutup lebih awal lagi,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, jam operasional restoran dan restoran kembali tutup lebih awal, yakni pada pukul 21.00 WIB. Ia mengatakan aturan ini berlaku mulai 12-16 Mei 2021 atau saat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Anies usai melakukan rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan sejumlah kepala daerah di wilayah Jabodetabek. Seperti sebelumnya, jam buka restoran dan tempat makan selama Ramadhan bisa melayani hingga pukul 22.30 WIB.

“Restoran, restoran, pusat perbelanjaan tutup semua pada pukul 21.00 di seluruh Jabodetabek,” kata Anies, Senin (10/5).

Anies menjelaskan, aturan ini berlaku bagi pengelola restoran untuk melayani pengunjung yang makan di dalam atau di dalam. Sementara jumlah pengunjung juga akan dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas.

“Restoran dan resto masih dibatasi hingga 50 persen,” ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengimbau kepada warga untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama berada di restoran dan restoran. “Jaga jarak aman, gunakan masker, jangan buat aktivitas yang bisa menimbulkan keramaian dan keramaian,” terangnya.

Di sisi lain, Anies juga menjelaskan, kawasan wisata tersebut akan tetap beroperasi dengan jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari daya tampung. Kemudian hanya wisatawan lokal yang diperbolehkan untuk datang ke lokasi wisata tersebut atau sesuai KTP setempat.

“Jadi tempat wisata di bogor hanya menerima pengunjung dari bogor, tempat wisata di jakarta hanya menerima pengunjung dengan KTP Jakarta,” ujarnya.

Kebijakan tersebut juga tertuang dalam Seruan Gubernur (Sergub) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) Saat Libur Idul Fitri 1442 H / 2021 M. Sergub ini ditandatangani oleh Anies pada 10 Mei 2021.

Di salah satu titik di Sergub itu mengatur tentang penyelenggaraan tempat wisata. Dinyatakan bahwa tempat wisata di zona merah dan oranye penyebaran Covid-19 dilarang beroperasi.

“Pengusaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab kawasan wisata / tempat rekreasi wajib memberlakukan batasan jam operasional paling lambat pukul 21.00 WIB dan membatasi jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari total kapasitas, kecuali yang berwarna merah dan oranye. lokasi zona, aktivitas dihentikan sementara, “kata poin 5 di Sergub.




Source